SAMARINDA – Pemprov Kaltim masih harus bekerja keras memenuhi target investasi Kaltim pada tahun ini sebesar Rp 32,53 triliun. Sebab, hingga triwulan III 2021 baru terealisasi Rp 24,81 triliun atau 76,27 persen dari target yang ditetapkan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim Puguh Harjanto mengatakan, pada triwulan III lalu tercatat realisasi investasi Rp 10,88 triliun, dengan rincian penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 7,18 triliun (2.692 proyek) dan penanaman modal asing (PMA) sebesar USD 253,11 Juta atau sebesar Rp 3,70 triliun (278 proyek).

“Capaian realisasi investasi pada triwulan III 2021 yang sebesar Rp 10,88 triliun mengalami penurunan 19 persen kalau dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di angka Rp 11,07 triliun,” jelasnya, Minggu (7/11).

Menurutnya, jika dibandingkan target realisasi investasi tahun ini yang sebesar Rp 32,53 triliun maka untuk triwulan III mencapai 33,44 persen. Sedangkan jika dikumulatifkan realisasi investasi dari Januari-September 2021 sebesar Rp 24,81 triliun atau 76,27 persen dari target realisasi investasi 2021.

Investasi PMDN paling besar berada di Balikpapan, yaitu mencapai Rp 3,99 triliun atau 55,50 persen dari keseluruhan realisasi investasi PMDN. Investasi terbesar kedua sebesar Rp 1,51 triliun atau 20,98 persen berada di Kutai Timur. Kutai Kartanegara menjadi kontributor terbesar ketiga, yaitu mencapai Rp 791,41 miliar atau 11,02 persen.

“Terkait penyerapan tenaga kerja Indonesia, kami mencatat Kutai Timur paling banyak penyerapannya, yaitu sebanyak 874 orang, kemudian disusul Balikpapan sebanyak 746 orang, Kutai Kartanegara sebanyak 680 orang,” katanya.

Sedangkan realisasi investasi PMA Balikpapan lagi-lagi memberikan kontribusi paling signifikan dengan nilai USD 101,80 juta atau sebesar Rp 1,49 triliun (40,22 persen dari total realisasi PMA), terdiri atas 84 proyek PMA. Kutai Kartanegara menjadi kontributor kedua, yaitu mencapai USD 58,66 Juta atau sebesar Rp 856,44 miliar (23,18 persen).

Sementara Berau merupakan kontributor ketiga, yaitu sebesar USD 33,05 Juta atau sebesar Rp. 482,59 Miliar (13,06 persen). Dari sisi penyerapan tenaga kerja Indonesia paling besar terdapat di Balikpapan, yaitu sebanyak 455 orang, disusul Kutai Timur sebanyak 269 orang, dan Kutai Kartanegara sebanyak 230 orang.

“Saya optimistis bisa melampaui target tahun ini, di sisa triwulan IV saya yakin target investasi ini bisa tercapai,” pungkasnya. (ctr/ndu/k15)