MARATUA - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Masrani, mengungkapkan vaksinasi di daerahnya masih belum 50 persen ke atas. Hal ini menjadi kendala bagi usaha pariwisata yang kini mulai bergeliat.

"Sejak tiga bulan lalu sudah kencang (kunjungan wisata ke Berau). Hunian selalu penuh dan mereka yang mau datang harus pesan dulu. Alhamdulillah, dari 13 Kecamatan ada 10 Kecamatan di Berau sudah zona hijau dan 3 Kecamatan masih zona kuning. Saat ini kita PPKM Level 3. Tetapi realita di lapangan PPKM level 1. Cuma vaksinasi kita belum di atas 50 persen," kata Masrani, Jumat (5/11/2021).

Masrani menambahkan pihaknya terlibat langsung untuk vaksinasi di daerah wisata Maratua dan Kepulauan Derawan. Dengan bantuan Kementerian Pariwisata RI, sudah ada 10 ribu vaksin yang telah didistribusikan. "Sebentar lagi kita dapat vaksin yang kedua. Di Maratua, kita tidak bicara pelaku usaha wisata khusus tapi kita bicara umum. Karena tempat wisata yaitu Derawan, Maratua dan Biduk-biduk," ujar Masrani. Ia menekankan juga bahwa pelaku wisata harus menerapkan protokol kesehatan ketat.

Masrani bercerita dampak negatif akibat pandemi Covid-19 atas pariwisata Berau sangat memprihatinkan pada tahun 2020 lalu. Ketika itu, sangat banyak pekerja wisata beralih ke profesi asalnya menjadi nelayan. "Mereka kerja kembali nelayan juga, kurang mendapat penghasilan. Karena, ikan dijual Rp 40 ribu jadi Rp 15 ribu kurang laku," kata Masrani.

Memasuki tahun kedua pandemi Covid-19, ekonomi Berau di wilayah pesisir objek wisata, dikatakan Masrani, mulai bergeliat tetapi tak stabil. "Di tahun kedua pandemi Covid-19, turun naik (ekonomi wisata Berau). Puncak kasus Covid-19 sehingga harus PPKM di bulan Agustus dan Oktober," katanya. (pro)