Aksi perusakan lahan dan dugaan tambang ilegal di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Unmul di Kecamatan Samboja, ternyata sudah lama terjadi.

 

TENGGARONG–Kepala UPT Laboratorium Sumberdaya Hayati Kalimantan (LSHK) Sukartiningsih menyebut, pihaknya sudah berkali-kali membuat laporan kepada aparat. Laporan dilayangkan kepada Balai Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum KLHK) Wilayah Kalimantan.

“Kalau laporan bukan pertama kali, kita dengan Gakkum ini senantiasa berkolaborasi dalam rangka menjaga dan bagaimana pencegahan pemberantasan dari kegiatan ilegal yang dilakukan di Bukit Soeharto. Khususnya di KHDTK Unmul yang melalukan pengelolaan di sana,” katanya.

Ditanya proses laporan yang sudah masuk, pihaknya mengaku mendapat informasi jika ada yang sudah berjalan dan ditetapkan tersangka. Dia pun menyampaikan apresiasi atas usaha yang dilakukan.

“Setiap gerakan yang ada kita coba identifikasi segera kita komunikasi, kadang bisa via WA atau telepon,” katanya.

Pihaknya pun aktif melakukan sosialisasi dan penyuluhan bersama dengan Gakkum pada masyarakat untuk melakukan edukasi, serta mengingatkan bahwa pentingnya hutan bagi lingkungan.

“Kalau dirusak terus pada kebanjiran bagaimana? Karena kita juga nanti yang merasakan dampak lingkungannya,” tambah dia.

Menurut dia, kawasan Tahura merupakan penyangga lokasi ibu kota negara (IKN) baru. Bahkan, masuk dalam ring satu. “Jadi, kita harus berbenah dan mempercantik diri, agar tidak malu-maluin sebagai tuan rumah Kaltim dan Unmul membantu mendukung program tersebut dengan kegiatan rehabilitasi,” timpalnya.

Untuk kerugian, kata dia, tak bisa dihitung secara materiil. Karena kerusakan lingkungan menurutnya tak terbayarkan dengan uang. Sedangkan Lahan terganggu untuk tambang sudah sekitar 383 hektare lebih. Sedangkan total kuasa KHDTK itu secara keseluruhan ada 20.971 hektare.

Diwartakan sebelumnya, aktivitas tambang liar tidak hanya di dekat laboratorium Fakultas Pertanian Unmul di Tenggarong Seberang. Hal serupa juga terjadi di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Unmul di Samboja.

Aktivitas tambang liar tersebut sudah dilaporkan oleh UPT LSHK atau Pusrehut Unmul Kepala Balai Penegakan Hukum (Gakkum), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Kalimantan.

Surat laporan yang ditandatangani Kepala UPT LSHK Sukartiningsih dibuat tanggal 2 November 2021 dengan Nomor 77/UN17.18/HM/2021 tentang Laporan Perambahan dan Illegal Mining di KHDTK Unmul.

Dalam laporannya, tertulis berdasarkan temuan di lapangan bersama Tim BKSDA dan UPTD Tahura Kaltim tanggal 25 Oktober 2021, telah terjadi aktivitas ilegal berupa penambangan dalam kawasan KHDTK Unmul di Tahura Bukit Soeharto. (qi/kri/k8)