SAMARINDA – Wali Kota Samarinda Andi Harun meresmikan operasional IPA Sungai Kapih berkapasitas 200 liter per detik di Kelurahan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan, Kamis (4/11). Namun, produksinya baru sekitar 50 liter per detik, menanti penyelesaian pemasangan pipa induk berukuran 500 mm yang dikerjakan pelaksana di bawah kendali Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda.

Terkait perjalanan pembangunan IPA Sungai Kapih, Kepala Dinas PUPR Hero Mardanus Satyawan menuturkan bahwa pembangunan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Sungai Kapih telah menghabiskan biaya sekitar Rp 152,9 miliar, dibangun bertahap sejak 2012. Sumber anggaran beragam dari APBD kota sebesar Rp 89,89 miliar (2012, 2013, 2014, 2018, 2020, dan 2021), bantuan keuangan (Bankeu) Pemprov Kaltim Rp 58,9 miliar (2012, 2013, 2014, 2016, 2020, dan 2021), serta Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp 4,1 miliar (2017). “Pembangunan itu diharapkan bisa memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga Samarinda, khususnya di Kecamatan Sambutan,” ucapnya.

Sementara itu, terkait operasional IPA Sungai Kapih, Direktur Teknik Perumdam Tirta Kencana Samarinda Ali Rachman menuturkan, saat ini IPA tersebut sudah bisa beroperasi maksimal hingga 200 liter per detik. Namun, kondisi jaringan yang ada belum memungkinkan, sehingga baru sekitar 50 liter per detik yang disalurkan ke warga di Kelurahan Sungai Kapih.

Sambil menunggu penyelesaian pipa 500 mm di Jalan Kapten Soedjono yang tengah dikerjakan, Ali menambahkan, saat ini aliran IPA Sungai Kapih telah dinikmati warga meliputi Perumahan Kalimanis (PKL) dan sekitar Jalan Sejati. Namun, warga di kawasan Pelita 4 juga sudah merasakan meski belum sepenuhnya, karena pipa distribusi ke sana baru sekitar 5-10 liter per detik.

“Itu bertahap ditingkatkan. Kalau saat ini langsung produksi maksimal, ditakutkan jaringan pipa yang ada berisiko pecah, atau jaringan rumah warga yang tidak standard bisa jebol,” jelasnya.

Soal progres pembangunan pipa induk, Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Samarinda Cecep Herly melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan Ilhamsyah menuturkan, saat ini yang tertanam sekitar 800 meter dari total 1.200 meter. Terkini pihaknya tengah menyiapkan penyambungan di bagian ujung jaringan tepatnya simpang Perumahan PKL sepanjang 12 meter, dengar jaringan yang sudah eksisting sebelumnya ke arah Jalan Embun Suryana.

“Anggaran kami untuk pipa tahun ini dari bankeu Rp 7,7 miliar setelah refocusing. Progres terkini sudah 68 persen. Target kami akhir November sudah rampung, sehingga bisa memaksimalkan produksi di IPA Sungai Kapih,” ucap Cecep. “Karena anggaran kena refocusing, jaringan yang ada masih kurang sekitar 82 meter. Tetapi Perumdam Tirta Kencana komitmen menyelesaikan itu,” kuncinya. (dns/dra)