WASHINGTON DC– Tiongkok kembali disorot Amerika Serikat. Jika sebelumnya karena dugaan uji coba rudal hipersonik, kini karena kepemilikan hulu ledak nuklir. Versi AS, Tiongkok memperbanyak senjata nuklirnya lebih cepat daripada yang mereka perkirakan sebelumnya. Berdasarkan laporan Pentagon yang dirilis Rabu (3/11), negara yang dipimpin oleh Xi Jinping itu disinyalir bakal memiliki 700 hulu ledak nuklir pada 2027. Jumlah tersebut bakal meningkat menjadi lebih dari seribu pada 2030. Itu lebih dari dua kali lipat dibandingkan prediksi Pentagon setahun lalu. Saat itu Tiongkok diduga memiliki 200 hulu ledak nuklir dan akan meningkat dua kali lipat atau 400an pada 2030.

’’Peningkatan ini sangat mengkhawatirkan. Ini menimbulkan pertanyaan tentang niatan mereka (Tiongkok, Red),’’ ujar salah satu pejabat di Departemen Pertahanan AS seperti dikutip Al Jazeera. Dia menyerukan transparansi atas pengembangan kekuatan nuklir negeri Tirai Bambu.

Ketika Beijing berjanji membuat Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) menjadi pasukan kelas dunia pada 2049, saat itu Pentagon menyatakan bahwa Tiongkok menjadi perhatian keamanan utama di masa depan. Dua negara yang menguasai perkonomian dunia ini memang kerap menjadi rival dalam berbagai hal. Laporan tahunan Pentagon ke Kongres terkait perkembangan militer Tiongkok tersebut juga mengungkapkan bahwa Beijing mengembangkan senjata nuklir yang bisa diluncurkan dengan misil balistik via darat, udara dan kapal selam. Tiongkok juga membangun infrastruktur penting untuk mendukung ekspansi senjata nuklirnya.

Beberapa bulan lalu peneliti independen mengeluarkan foto satelit yang menunjukkan bahwa Tiongkok memiliki tempat penyimpanan nuklir baru. Ia berada di wilayah Barat Tiongkok. Tiongkok telah memulai pembangunan setidaknya tiga lahan rudal baru yang secara kumulatif berisi ratusan silo atau tempat penyimpanan bawah tanah tempat ICBM, peluru kendali antar benua, dapat diluncurkan.

Washington di lain pihak yakin bahwa nuklir milik Beijing itu tidak akan dipakai untuk menyerang negara yang memiliki senjata serupa. Dengan kepemilikan senjata nuklir sebanyak itu, negara yang akan menyerang Tiongkok harus berfikir seribu kali. ’’Tiongkok bertujuan agar memiliki kemampuan melawan militer AS di kawasan Indo-Pasifik pada 2027 serta memaksa Taiwan ke meja perundingan dengan persyaratan yang sudah ditetapkan Beijing,’’ bunyi penggalan laporan Pentagon tersebut.

Tiongkok di lain pihak berusaha menepis kekhawatiran AS dengan perkembangan militer mereka. Mereka menuding Laporan Pentagon bertujuan untuk meningkatkan pembicaraan tentang ancaman nuklir Tiongkok. ’’Sama seperti sebelumnya, laporan yang dikeluarkan oleh Departemen Pertahanan AS mengabaikan fakta dan penuh prasangka,’’ ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin ( 4/11) seperti dikutip Agence France-Presse.

Belakangan ini memang ada kekhawatiran bahwa AS-Tiongkok akan bentrok. Khususnya karena Taiwan. Tiongkok mengklaim Taiwan sebagai salah satu provinsi mereka dan akan mengambilnya dengan cara apapun. Termasuk jika harus menggunakan kekuatan militer. Di lain pihak, Taiwan belakangan dekat dengan AS. (sha/bay)

 

Perkiraan Kepemilikan Hulu Ledak Nuklir Global 2021

- Rusia : 6.257

- AS : 5.600

- Tiongkok : 350

- Prancis : 290

- Inggris : 225

- Pakistan : 165

- India : 160

- Israel : 90

- Korea Utara : 45

 

Keterangan:

– Data merupakan gabungan antara hulu ledak yang sudah dipasang di misil interkontinental dan senjata lain, hulu ledak stok dan pensiun. Hulu ledak pensiun adalah yang terpasang di misil dan menunggu untuk dilepas.

– Negara-negara yang masih menambah stok hulu ledak nuklirnya adalah Tiongkok, India, Korea Utara, Pakistan, Rusia dan Inggris.

– Negara-negara yang tidak menambah adalah Prancis, Israel dan AS.

 

Sumber: Federation of American Scientist