Perebutan juara MotoGP sudah diakhiri pembalap Monster Energy Yamaha Fabio Quartararo. Namun, bagi Ducati, misi mereka belum selesai di dua race tersisa. Yakni, mempertahankan posisi teratas konstruktor terbaik. Saat ini pabrikan asal Italia itu unggul 12 poin atas Monster Energy Yamaha (307 poin berbanding 295 poin). Nah, jika memenangi GP Portugal di Sirkuit Internasional Algarve, Portimao, pada Minggu (7/11), Ducati bakal mempertahankan posisi mereka.

Mengenai target ”pelipur lara” tersebut, jagoan Ducati Francesco Bagnaia akan menjadi tumpuan. Ya, pembalap asal Italia itu tidak ingin merasakan double runner-up. Bagnaia sudah gagal menghambat laju Quartararo ke tangga juara ketika gagal finis pada GP Italia di Sirkuit Misano (24/10). Itu membuatnya tertinggal 65 poin dari Quartararo (202 poin berbanding 267 poin), yang mustahil dikejar di dua race sisa.

Dan, Sirkuit Misano seolah menjadi kutukan bagi Pecco –sapaan Bagnaia– pada musim ini. Sebab, dia juga gagal finis pada GP Italia sebelumnya di seri keenam (30/5). Bak deja vu, kala itu yang memenangi balapan juga Quartararo.

”Beberapa hari libur setelah di Misano cukup membantu memulihkan kondisi (psikis dan fisik, Red) jelang dua race terakhir. Aku yakin bisa membuat kami menjadi konstruktor terbaik,” ujar Bagnaia kepada Crash.

Pembalap 24 tahun itu juga punya rekam jejak apik ketika tampil di Sirkuit Internasional Algarve, Portimao. Misalnya, yang terjadi pada race ketiga (18/4). Kala itu Bagnaia finis di posisi runner-up. Padahal, dia hanya menempati posisi kesebelas pada kualifikasi.

Sebenarnya ”bantuan” untuk Ducati juga datang dari Jack Miller. Namun, pembalap asal Australia itu gagal finis pada GP Portugal sebelumnya. Parahnya lagi, Miller juga ikut-ikutan gagal finis pada GP Italia di Misano (24/10). Padahal, di lima race awal, Miller sempat diunggulkan dengan juara dua kali. ”Kembali ke Portimao membuatku berpeluang membalas hasil buruk sebelumnya,” tegas Miller. (io/c14/bas)