SEKARANG atau nanti, Kota Balikpapan memang ibarat perawan. Bagi banyak pendatang, kota ini perlu dan harus ditaklukkan. Mereka tahu atau tidak tahu bahwa Balikpapan merupakan salah satu urban jungle, satu belantara kota seperti kota-kota besar lainnya yang bersifat keras dan kejam.

Namun, kekejaman juga tidak bisa menahan orang untuk datang ke Kota Minyak. Terbukti dari kenyataan bahwa sebagian besar penduduk Balikpapan yang heterogen adalah pendatang. Masalah penduduk tanpa keahlian dan tanpa lapangan kerja itu bisa meruncing dalam ketidakpuasan dan kemarahan.

Maka, berkecil hati atau tidak, Kota Balikpapan tidak bisa menunggu. Terutama Wali Kota Rahmad Mas’ud. Mengapa? Sebab, kalau tidak cepat-cepat, gelombang urbanisasi akibat pemindahan ibu kota negara (IKN) akan menjadi bencana. Sementara kemampuan Pemerintah Kota Balikpapan untuk melengkapi sarana-prasarana belum memadai.

Jika sedari sekarang sudah dapat diperkirakan masalah-masalah apa yang akan timbul sebagai dampak pemindahan IKN, setidak-tidaknya warga masyarakat Balikpapan sudah dapat mempersiapkan diri dan mulai sekarang ikut memikirkan cara-cara pemecahan masalah tersebut.

Karena itu, pertanyaan tentang masa depan Kota Balikpapan perlu ditanggapi secara sungguh-sungguh pula oleh pemegang mandat rakyat. Mengapa? Karena hakikat dari proses pembangunan adalah bagaimana masalah-masalah itu bisa diatasi satu per satu.

Benar, bahwa masalah ekonomi dan sosial akan selalu tetap ada meskipun perkembangan ekonomi telah tercapai. Bahkan perekonomian pada daerah yang sudah maju sering tidak kalah peliknya dari problem-problem daerah tertinggal. Yang berubah hanyalah macam problemnya.

Kabar baiknya, konon dampak lonjakan penduduk itu sudah diantisipasi. Bahkan sudah dibuat kajiannya. Hasilnya, Kota Balikpapan hanya mampu menampung satu juta jiwa. Hitung-hitungan tersebut didasarkan pada tingkat kepadatan penduduk dibandingkan ketersediaan lahan permukiman.

Wajah baru dan beban pasti akan mengiringi Kota Balikpapan setelah IKN berpindah. Namun, juga kesempatan untuk menampilkan ide-ide baru menyambut peluang.

Akan seperti apa polesan wajah masa depan Kota Balikpapan? Strategi apa yang telah dimiliki Kota Balikpapan dalam memecahkan gunung permasalahan di masa depan? Simak Kaltim Post Talk Show Menyambut Ibu Kota pada Jumat (5/11) pukul 15.00–16.00 Wita. (far/k16)