BALIKPAPAN-Pengetatan persyaratan transportasi udara tidak terlalu berdampak pada mobilitas penumpang di Kaltim. Hal itu terbukti dari data jumlah penumpang angkutan udara domestik yang dihimpun Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim.

Pada September 2021 sebanyak 82.905 penumpang dari enam bandara di Kaltim. Jumlah itu, menunjukkan kenaikan cukup tinggi sebesar 70,52 persen dibanding data Agustus 2021. Di mana, syarat masuk atau keluar dari Benua Etam masih mewajibkan membawa hasil negatif reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR).

Kepala BPS Kaltim Anggoro Dwitjahyono menyampaikan peningkatan jumlah penumpang terjadi di semua bandara yang diamati. Mulai Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, lalu Bandara APT Pranoto Samarinda, Bandara Kalimarau Berau, Bandara Melalan Kutai Barat, Bandara Datah Dawai Mahakam Ulu, dan Bandara Badak Bontang.

Di mana, jumlah keseluruhan penumpang dari lima bandara tersebut pada September 2021 ada sebanyak 82.905 orang. Naik dua kali lipat dari Agustus 2021 sebanyak 48.619 orang. “Jumlah September ini, naiknya cukup besar,” katanya.

Jumlah penumpang domestik terbesar melalui Bandara SAMS Sepinggan mencapai 62.558 orang atau 75,46 persen dari total penumpang domestik, diikuti Bandara APT Pranoto sebesar 12.393 orang atau meningkat sangat signifikan dari bulan sebelumnya, sebesar 151,23 persen.

Sementara itu, Bandara Kalimarau sebesar 69,38 persen atau 7.519 orang, lalu Bandara Datah Dawai meningkat 8,62 persen dengan jumlah 189 orang, lalu Bandara Melalan 29,63 persen atau 140 orang, dan Bandara Badak Bontang kenaikan jumlah penumpang yang paling signifikan dari bulan sebelumnya, sebesar 457,89 persen. Dengan jumlah penumpang 106 orang. “(Bandara Badak Bontang) tinggi dari segi persentasenya kenaikannya, namun dari jumlah kuantitatifnya relatif kecil,” jelas dia.

Namun, selama September tidak ada penumpang angkutan udara ke luar negeri/internasional yang diberangkatkan dari Kaltim. Bandara yang melakukan penerbangan ke luar negeri atau penerbangan internasional di Kaltim, hanya Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan.

Di mana jumlah penumpang pada Agustus 2021 sebanyak 117 orang. Namun pada September 2021, jumlah penumpang yang berangkat tidak ada. Sehingga mengalami penurunan minus 100 persen. “Kami tidak mencatat adanya penumpang yang berangkat dari Bandara Sepinggan Balikpapan ke luar negeri,” pungkasnya.

Diwawancarai terpisah, Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Kaltim I Gusti Bagus Putra mengatakan, momen peningkatan penumpang mulai terjadi sejak Agustus. Pada Juli jumlah penumpang menurun karena Kaltim masih menyandang status, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4. Agustus penumpang juga masih rendah, tapi mulai lebih tinggi dari Juli.

“Pada September dan Oktober itu sudah membaik. Apalagi Oktober pasti akan lebih tinggi, karena pada bulan lalu Kaltim sudah PPKM Level 2, dan persyaratan penerbangan bisa menggunakan antigen,” jelasnya, Kamis (4/11).

Banyaknya penerbangan, tambah Putra, juga disebabkan banyaknya penundaan penerbangan yang dilakukan masyarakat pada Juli dan Agustus. Kebanyakan itu menunda saat Juli, karena PPKM. Lalu mulai kembali aktif pada September. Saat ini aturan penerbangan lebih lunak, jika sebelumnya wajib polymerase chain reaction (PCR), kini cukup antigen bagi yang sudah vaksin dua kali. “Ini akan membuat dunia penerbangan bisa bergerak lebih bebas,” pungkasnya. (kip/ctr/rom/k15)