Ibnu Khaldun 

Dosen Ilmu Tafsir Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, UINSI Samarinda

 

 

“SALEH” merupakan predikat yang agung. Keagungan dan kemuliaannya membuat kita sebagai manusia harus menjadikannya target dalam kehidupan kita. Di dalam Al-Qur’an, Allah SWT banyak menyebutkan kata saleh dalam beragam bentuknya.

Saleh secara harfiah memiliki makna baik atau terhindar dari kerusakan. Selain itu, saleh juga berarti manfaat. Dengan kata lain “saleh” adalah perkara baik yang mendatangkan manfaat, sehingga menjadi pribadi yang baik dan mampu memberikan manfaat merupakan bentuk dari kesalehan seseorang.

Sayyid Bakri bin Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi dalam kitab Kifayatul Atqiya Minhajul Ashfiya menyebutkan, orang-orang saleh adalah mereka yang memenuhi hak Allah dan hak para hamba-hamba-Nya.

Hal ini menunjukkan ada dua dimensi yang harus dimiliki oleh seseorang agar dia menjadi pribadi yang saleh, yaitu dimensi ketuhanan (ilahiyah) dan dimensi kemanusian (bashariyah). Seseorang dituntut harus baik hubungan dengan Allah SWT dan baik pula hubungan dia dengan manusia. Selain itu, kita juga dapat menyatakan bahwa kesalehan terbagi kepada saleh individu dan saleh secara sosial.

Saleh individu dilakukan dengan menjalankan perkara yang diperintahkan dan dianjurkan oleh agama (Allah Swt dan rasulnya) serta menjauhi segala perkara yang dilarang. Sementara kesalehan sosial yaitu melakukan amalan/perkara kebajikan yang berhubungan dengan manusia serta dilandasi sebagai upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, seperti: berkata-kata baik, bersikap ramah, menyambung silaturahmi dan memberikan hadiah maupun sedekah kepada orang-orang yang layak menerima pemberian tersebut.

Dalam realita kehidupan, kadang kita menganggap memberikan sumbangan dan sedekah kepada orang yang tidak berkecukupan dianggap ibadah sosial kita sudah selesai. Namun, sejatinya di dalam agama, kesalehan sosial bisa diwujudkan dalam bentuk amal jariah yaitu amalan yang mampu berjalan terus-menerus.

Sederhananya, kesalehan sosial dalam bentuk amal jariah merupakan suatu amalan yang dilakukan (action) dan berdampak pada nilai positif yang keberlanjutan, sehingga dampak dari kesalehan sosial dalam bentuk amal jariah bukan hanya mengubah kehidupan dalam satu momen tertentu. Akan tetapi, kesalehan sosial diharapkan mampu mengubah kehidupan orang lain menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Kalimat yang sering kita dengar “Memberinya seekor ikan membuatnya bisa makan sekali, tetapi berilah kail, maka dia bisa makan berkali-kali.” Inilah gambaran kesalehan sosial yang diharapkan.

Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadisnya, memberikan ungkapan manfaat dari kesalehan sosial yang dilakukan oleh seseorang: “Apabila manusia telah wafat, maka terputus amalnya kecuali tiga; ilmu yang bermanfaat, anak saleh yang mendoakannya dan sedekah jariah”.

Karena itu, marilah kita bangun kesadaran bersama, untuk menjadi pribadi yang saleh secara individu dan secara sosial. Jika saat ini kita memiliki harta, jadikanlah harta tersebut sebagai modal untuk membangun bangsa dan membangun peradaban umat.

Jika saat ini kita memiliki ilmu, sampaikanlah ilmu yang kita miliki agar generasi saleh akan terus terwujud setiap masanya dan jika kita hanya punya kekuatan dan waktu, pergunakanlah untuk membantu orang lain dan menyebarkan kebaikan. (luc/k16)