Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia mengaku tertarik berinvestasi dalam pembangunan perkantoran di calon ibu kota negara (IKN) baru di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur.

”Investor Uni Eropa tertarik berinvestasi di pembangunan perkantoran IKN baru. Kami berencana mempelajari rencana pembangunan perkantorannya,” ujar Dubes Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Piket seperti dilansir dari Antara di Penajam, Rabu (27/10).

Meski sudah ada minat berinvestasi, pihaknya masih menunggu konfirmasi dari pemerintah pusat tentang pengesahan payung hukum mengenai pemindahan IKN berikut pola kerja sama pembangunan perkantoran. ”’Apabila Undang-undang pemindahan IKN sudah disahkan, tentu kami membutuhkan waktu untuk mempelajari kemudian akan mengikuti protokol yang ditetapkan pemerintah terkait kepindahan IKN baru,” ucap Vincent Piket.

Vincent yang datang ke Kabupaten PPU dan diterima Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud (AGM) tersebut melanjutkan, tujuan lain kedatangannya ke PPU, untuk menjajaki peluang kerja sama perdagangan. Yakni untuk ekspor-impor.

”Kunjungan ini untuk meningkatkan pemahaman perjanjian kerja sama Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa, termasuk untuk membahas peluang perdagangan dan investasi dengan para pemangku kepentingan,” tutur Vincent Piket.

Pihaknya juga menyosialisasikan perundingan perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Eropa (UE). Sebab, banyak peluang kerja sama antara UE-RI, terlebih Kabupaten PPU akan menjadi titik pembangunan IKN baru.

Dalam kesempatan itu Abdul Gafur Mas’ud menyambut baik kedatangan Dubes UE untuk Indonesia ke PPU. Apalagi ada ketertarikan UE untuk berinvestasi dalam pembangunan IKN. Sehingga, pertemuan itu menjadi diskusi menarik untuk ditindaklanjuti.

”Banyak hal yang bisa kita kerja samakan, seperti terkait teknologi pembangunan dalam lingkup yang besar. Insya Allah hal ini akan berdampak luar biasa untuk ayahanda, ibunda, dan saudara-saudariku di PPU ini,” ucap Abdul Gafur Mas’ud.

Dia menginformasikan bahwa batik asal PPU, yakni Batik Sekar Buen saat ini sudah beredar di Eropa. Dengan doa masyarakat, produk daerah akan terus berjalan dan menuai kesuksesan. (jpc)