Seminggu sebelum diumumkan sakit kanker prostat, SBY masih nyetir mobil sendiri ke tempat nonton voli. Selama berobat ke AS, mantan presiden Indonesia itu didampingi putra bungsu, menantu, dan cucu-cucunya.

 

SUGENG DWI N., Pacitan

 

KALI terakhir bertemu, Indrata Nur Bayuaji ingat betul betapa bugarnya kondisi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Mereka bahkan sempat berdiskusi, makan malam, dan menonton pertandingan klub voli yang dibina mantan presiden Indonesia tersebut.

”Termasuk kegiatan beliau melukis. Beliau juga menyetir sendiri mobil pribadinya ke tempat nonton voli,” ujar Indrata yang menjabat bupati Pacitan, Jawa Timur, kepada Jawa Pos Radar Pacitan.

Pertemuan itu berlangsung pada 24 Oktober lalu di kediaman pribadi SBY di Cikeas, Kabupaten Bogor. Hanya berjarak sekitar seminggu dari tersiarnya kabar bahwa presiden dua periode kelahiran Pacitan itu mengidap kanker prostat. ”Saya kaget (mendengarnya, Red),” kata Aji, sapaan akrab Indrata Nur Bayuaji.

Saat ini SBY bertolak ke Amerika Serikat untuk menjalani pengobatan kanker prostat. Persisnya ke Mayo Clinic, dekat Minneapolis, Amerika Serikat. Menurut perwakilan Partai Demokrat, SBY turut didampingi putra keduanya, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), dan sang istri, Aliya Rajasa, serta anak-anak mereka.

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menjelaskan, SBY dijadwalkan tiba di AS pada Rabu (3/11) siang waktu setempat. ”Beliau berangkat didampingi Mas Ibas dan Aliya beserta anak-anak. Bapak sudah melakukan perjalanan ke Amerika Serikat dengan didampingi tim dokter,” ungkap Herzaky kemarin.

Di kampung halamannya di Pacitan, doa dan dukungan terus mengalir untuk SBY. Kemarin, misalnya, kader dan pengurus DPC Demokrat Pacitan mengadakan doa bersama agar pendiri partai yang identik dengan warna biru itu lekas diberi kesembuhan. ”Ini wujud ikhtiar kami agar Allah SWT segera mengangkat penyakit beliau (SBY),” tutur Ketua DPC Demokrat Pacitan Indartato.

SBY lahir di Pacitan pada 9 September 1949 dari pasangan Raden Soekotjo dan Siti Habibah. Ayahnya seorang tentara. Akrab dipanggil Sus oleh orang tuanya, SBY menghabiskan masa kecil hingga remaja di kota di ujung selatan Jawa Timur yang berbatasan dengan Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, tersebut. Sebelum masuk ke Akademi Militer di Magelang.

Main musik dan voli merupakan kegemarannya. Sejak masih menjabat presiden, SBY merilis beberapa album. Belakangan, dia juga aktif melukis.

Aji menyebut SBY sebagai sosok yang tegar. ”Semuanya pasti khawatir dan sedih. Itu wajar. Yang penting, sekarang ini doanya,” tegas Aji.

Doa juga terus mengalir dari berbagai kalangan. Wakil Ketua DPR Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar mengajak masyarakat Indonesia untuk bersama-sama mendoakan kesembuhan mantan Presiden SBY. ”Mari kita sama-sama memberikan doa terbaik agar Bapak Susilo Bambang Yudhoyono segera diberi kesembuhan, diangkat penyakitnya, dan pengobatannya diberi kelancaran,” tutur menteri tenaga kerja dan transmigrasi pada era Presiden SBY tersebut.

Ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga mengapresiasi dukungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap pengobatan SBY di luar negeri dengan melibatkan tim dokter kepresidenan untuk mendampingi pengobatan SBY di luar negeri. Sebelumnya, SBY menghubungi langsung Jokowi terkait dengan rencananya berobat di luar negeri.

Menurut Muhaimin, hal itu menunjukkan hubungan yang terjaga dengan sangat baik antara Presiden Jokowi dan SBY sebagai mantan presiden. ”Ini tentu menjadi teladan bagi kita semua,” ungkap politikus asal Jombang, Jawa Timur, tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD kali terakhir bertemu langsung dengan SBY dalam pemakaman mantan Mensesneg Sudi Silalahi pekan lalu. Keduanya sempat berbincang-bincang sebentar. Saat itu Mahfud belum tahu SBY mengidap penyakit tertentu. Namun, dia mengakui bahwa wajah SBY agak kurang cerah. ”Tapi, saya anggap itu karena dukacita atas wafatnya Pak Sudi, bukan karena sakit. Kita doakan agar Pak SBY segera sembuh,” ujarnya.

Puluhan kader Demokrat di Pacitan yang kemarin menyelenggarakan doa bersama juga berharap demikian. ”Ini wujud ikhtiar kami agar Allah SWT segera mengangkat penyakit beliau (SBY),” tutur Indartato.

Sebelum bertolak ke Amerika, Indartato juga sempat berkomunikasi dengan SBY via WhatsApp. Mantan bupati Pacitan itu turut mendoakan kesembuhan dari kejauhan. ”Saya harapkan doa kita tidak berhenti di sini. Silakan dilanjutkan di rumah masing-masing, terutama setelah salat wajib,” imbaunya. (*/c1/fin/lum/deb/c14/ttg)