Tak ada yang bisa memprediksi ujungnya wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Di tengah situasi sulit, gerakan saling meringankan terus digagas, salah satunya Catering Kembar, kolaborasi bersama belasan kapster Samarinda dan Kutai Kartanegara.

 

JEMARI Nasrullah piawai menata rambut beberapa anak kecil di salah satu panti asuhan Yayasan Utari di kawasan Samarinda Utara. Dia adalah satu dari belasan kapster yang secara sukarela membantu memotongkan rambut adik-adik dalam gerakan sosial yang digagas Catering Kembar.

Alung–sapaan akrab Nasrullah–senyumnya semringah kala menata rambut. “Enggak ada dibayar, bantu materi juga belum bisa, sementara bantunya lewat tenaga, ya potong rambut,” ungkapnya. Dia bahkan senang saat bercengkerama bersama anak-anak. “Tergerak aja hati untuk ikut, karena apapun yang dikerjakan dengan senang, pasti jadi berkah,” sambung pria bertubuh gempal itu. Karena menurutnya bisa melihat mereka tersenyum sudah membuat hatinya jauh lebih tenang. Terlebih di tengah situasi yang masih serba-sulit seperti saat ini.

Hal itu senada diungkapkan Yuliana Sari, owner Catering Kembar. Perempuan yang sudah cukup lama menjalankan bisnis catering di sekitar Loa Janan itu juga sedih ketika melihat adik-adik yang harusnya bisa tumbuh dengan baik dan sehat, harus terkendala. “Jadi ngerasanya bahagia aja kalau melihat mereka itu bisa senyum dan tertawa. Senyum mereka itu benar-benar jadi penyemangat sih,” ungkapnya.

Catering Kembar mengawali gerakan sosial di sekitar lingkungan di Desa Bakungan, RT 15, Kecamatan Loa Janan, Kukar. “Warga yang kesulitan, rumah lansia, guru mengaji, penjaga masjid, panti asuhan, dan yang lainnya. Alhamdulillah ada beberapa pihak individu yang mau terlibat, perusahaan-perusahaan juga. Tapi, mereka enggak ingin namanya disebut, saya juga sebenarnya enggak mau,” ungkapnya. “Tapi yang kami inginkan semua orang yang memiliki harta lebih bisa berbuat serupa juga. Ingin “menularkan” semangat saling meringankan, saya yakin kalau semua bisa saling bantu, semuanya bisa lebih ringan,” sambungnya.

Tak dimungkiri, dari pelbagai kegiatan sosial yang sudah berjalan, ada campur tangan beberapa orang penting yang tak bisa disebutkan satu demi satu. “Ada yang menyumbangkan pakaian baru, tapi saya jual dulu pakaiannya. Hasil dari jualan itu saya belikan sembako dan kebutuhan pokok lainnya, dan langsung diserahkan kepada warga yang membutuhkan,” ungkapnya.

Anak-anak sekolah yang kurang mampu juga bakal jadi target berbagi gerakan sosial yang dilakukan Catering Kembar. “Kan sekarang anak-anak mulai sekolah offline ya, kalau beli masker setiap hari kan rasanya agak susah ya, makanya kami juga bantu face shield,” jelasnya. “Saya ingin pejabat atau pengusaha bisa menyisihkan rezeki mereka, kan meninggal juga enggak bawa harta, tidak ada salahnya disisihkan,” terangnya.

Sementara itu, Ali, kapster lain yang terlibat di gerakan sosial itu, menuturkan tidak sekadar berbagi. Bagi dia, kolaborasi yang dilakukan merupakan bentuk edukasi ke anak-anak. “Mungkin mereka yang remaja ingin menekuni kapster, kami juga mengajarkan. Jadi ada feedback dari apa yang dikerjakan,” singkatnya. (dra/k8)