BALIKPAPAN – Meski di tengah situasi pandemi, RS Pertamina Balikpapan (RSPB) terus mengembangkan inovasi dalam layanan kesehatan. Teranyar, dengan meresmikan klinik kesehatan pria atau male clinic, Rabu (3/11). Dalam klinik tersebut, ada beragam layanan yang bermanfaat bagi kesehatan pria.

Wakil Direktur Medis RSPB dr Dedy Waskita mengatakan, pihaknya sudah lama merencanakan layanan tersebut. Namun, tertunda karena gelombang pandemi Covid-19 sekitar dua tahun terakhir. Akhirnya, saat kondisi perkembangan kasus mulai landai dan terkendali, klinik kesehatan pria bisa resmi beroperasi.

Klinik kesehatan pria merupakan salah satu inovasi RSPB. Dia berharap, klinik bisa bermanfaat bagi warga Balikpapan dan sekitarnya. “Terutama bagaimana pria mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik. Apalagi, efek terapi pada pria ini dampaknya juga dirasakan pasangan,” ungkapnya.

Sementara itu, Dokter Spesialis Urologi Eddy Sunarno selaku pengelola klinik kesehatan pria menuturkan, kehadiran layanan ini berangkat dari masalah yang dihadapi masyarakat. Pertama, lebih dari 50 persen pria di atas usia 50 tahun mengalami keluhan gejala prostat.

“Semua pria akan mengalami pembesaran prostat. Tapi, ada yang belum tahu harus berobat ke mana,” sebutnya. Misalnya merasa kerap buang air kecil, meski sebagian orang itu merasa hal wajar, tapi sebenarnya itu masalah. Kedua pasangan yang belum punya keturunan karena kurang lebih 45 persen disebabkan oleh pria.

Selanjutnya, masih banyak pria yang mengalami keluhan ereksi datang ke dokter kulit dan kelamin. Mereka segan untuk berkonsultasi tentang keluhan disfungsi ereksi. “Saya pernah dapat rujukan masalah ereksi justru dari dokter kulit dan kelamin. Artinya, masyarakat masih tidak paham,” ucapnya.

Mengatasi beragam masalah tersebut, RSPB membuat berbagai layanan yang ada dalam klinik kesehatan pria. Di antaranya layanan kesehatan prostat terdiri dari pemeriksaan prostat, pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan USG prostat, uroflometri, dan tindakan minimal invasif pada prostat.

Kemudian ada layanan kesehatan reproduksi pria. “Selain konsultasi dan pemeriksaan reproduksi pria, pasien bisa melakukan analisis sperma dan analisis hormon pria,” ungkapnya. Serta didukung lagi dengan USG doppler hingga operasi microscopic.

Tak hanya itu, klinik kesehatan pria juga menyediakan layanan KB pria dan kontrasepsi tetap vasektomi tanpa pisau, layanan seksologi, DAN pemeriksaan hormonal. Kemudian terapi disfungsi seksual dan terapi disfungsi ereksi. “Kami menyediakan alat khusus untuk terapi disfungsi ereksi,” ucapnya.

Ada pun alat tersebut bernama low intensity shockwave therapy (Li SWT). “Cara kerja mesin Li SWT dengan membentuk pembuluh darah baru di jaringan cavernosa,” ujarnya. Pasien tidak perlu khawatir atau ragu karena alat ini bisa digunakan secara mandiri.

Sehingga, terapi bisa dilakukan senyaman mungkin karena sudah tersedia ruangan khusus bagi pasien. Masa penggunaan terapi bisa dilakukan beberapa kali sesuai masalah yang dihadapi setiap pasien. “Semoga klinik ini bisa membantu dan masyarakat bisa memanfaatkan layanan dengan baik,” tutupnya. (gel/ms/k15)