JAKARTA–Pemerintah RI berkomitmen untuk memberi ruang dan memaksimalkan potensi produsen game Tanah Air untuk tumbuh dan berkembang tidak hanya di dalam negeri namun juga mampu bersaing secara global.

Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Neil El Himam menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan game buatan anak bangsa.
Dari 17 subsektor ekonomi kreatif yang dibina oleh Kemenparekraf, game menunjukkan pertumbuhan yang positif di tengah situasi pandemi Covid-19.

“Game-game Indonesia banyak diminati di luar negeri, misalnya saat kemarin kami membawa sejumlah game lokal ke Game Connection America. Menurut Game Cons, 30 game terbaik di Asia salah satunya datang dari Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas game kita sudah cukup baik,” beber Neil El Himam.

Senada, Semuel Abrijani Pangerapan, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI mengatakan pemerintah terus melakukan berbagai upaya seperti penyetaraan pemain dan developer game, sertifikasi game lokal, serta menyelenggarakan berbagai program pembinaan, fasilitas, atau insentif guna mendorong pertumbuhan industri game lokal Tanah Air.

“Rencananya akan dibangun lebih dari 9 ribu BTS oleh pemerintah. Kami juga mengajak asosiasi dan stakeholders terkait untuk menyukseskan program tersebut,” ungkap Semuel. Presiden Asosiasi Game Indonesia (AGI) Cipto Adiguno meneruskan, potensi industri game khususnya produsen-produsen game di Indonesia sebetulnya sangat menjanjikan. Hanya saja masih ada pekerjaan rumah berupa gap yang cukup besar dari sisi popularitas dengan game-game yang berasal dari mancanegara.

“Dengan dipertandingkan di level nasional yang lebih besar, game-game kita bisa mendapatkan eksposure, publisitas, dan sebagainya sehingga diharapkan bisa semakin populer,” terang Cipto Adiguno. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Piala Presiden Esports 2021 Matthew Airlangga mengatakan pihaknya telah mengambil langkah konkrit dengan mempertandingkan game lokal secara resmi di ajang Piala Presiden Esports.

Bahkan panitia telah menambah jumlah game lokal, yang sebelumnya hanya Lokapala, kini Piala Presiden Esports 2021 juga akan mempertandingkan game dalam negeri lainnya yaitu Battle of Satria Dewa. Game besutan Semisoft & BANG Indonesia ini ber-genre multiplayer online battle arena atau MOBA.

Matthew mengatakan dipertandingkannya Lokapala dan Battle of Satria Dewa di Piala Presiden Esports 2021 merupakan upaya strategis dalam membawa game lokal agar mendapatkan panggung terbaik di kancah esports nasional. Ia menambahkan, respon publik dan pegiat esports terhadap game lokal di Piala Presiden Esports sangat positif. Menurutnya jumlah penonton game lokal tidak kalah terlalu jauh dari game-game mancanegara. Ini menggambarkan bahwa game lokal juga memiliki daya tarik tersendiri di kalangan penikmat esports.

Henry William Winata dari Semisoft dan BANG Indonesia selaku developer Battle of Satria Dewa. Keterlibatan di Piala Presiden Esports merupakan sebuah kesempatan besar untuk membuktikan diri sekaligus meraih potensi market di ekosistem esports nasional.
“Ini merupakan sebuah lompatan bagi kami. Karena mengembangkan game saja itu cukup sulit, kemudian untuk menjualnya juga tantangan yang tidak mudah. Ajang ini tentu kesempatan bagi kami untuk semakin mempopulerkan Battle of Satria Dewa. Kami berterima kasih dan akan bekerja keras supaya dapat menggarap pasar game khususnya di Indonesia sebaik-baiknya,” tutur Henry. (hul)