KOTA Minyak dianggap sebagai miniatur Indonesia. Beragam suku dan budaya hidup berdampingan di sini. Dalam malam penutupan Pameran UMKM Bangkit, Minggu (31/10) itu tampak para penari yang menyuguhkan Tarian Tor-Tor Batak.

Bekerja sama dengan Forum Komunikasi Paguyuban Balikpapan (FKPB) yang ikut memeriahkan kegiatan. Selama tiga hari sebelum pameran ditutup, sebanyak 17 paguyuban tampil secara bergantian. Mereka menampilkan beragam tarian dari masing-masing daerah.

Tujuan dari penampilan seni tarian tersebut juga menggeliatkan kembali pariwisata. Khususnya di Balikpapan. Agar pariwisata yang sempat mati suri selama pandemi pun dapat bangkit kembali.

Masih dalam rangka memeriahkan Hari Sumpah Pemuda, FKPB bersama pemerintah turut hadir untuk menghibur para pengunjung mal, sekaligus menggerakkan kembali pariwisata. “Karena kita tahu, seni tari juga merupakan bagian dari pariwisata itu sendiri," ucap Ahmad Nur, ketua Bidang Seni dan Budaya FKPB.

Lanjutnya, dalam waktu dekat ada wacana kegiatan Susur Teluk Balikpapan. Menggunakan kapal, pengunjung bisa menikmati hiburan tarian dari paguyuban di atas kapal selama perjalanan nanti. Rencananya, kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyambut HUT Balikpapan pada tahun mendatang.

"Secara pasti, tanggal maupun waktunya kami masih belum tahu. Ini masih dalam proses. Tapi, kita harapkan bisa benar-benar terwujud. Demi menggalakkan pariwisata kota serta menjadikan destinasi yang siap menyambut perpindahan ibu kota negara (IKN) nanti," ucap Ahmad.

Terlebih Balikpapan akan menjadi teras, yang mana beragam destinasi lokal diharapkan bisa terus dikembangkan. Serta mampu memelihara kebudayaan daerah. Sekalipun semakin banyak pendatang, namun ia tetap berpegang bahwa budaya asli daerah pun tidak boleh mati ataupun tergerus.

"Di mana pun kita berada, kita harus tetap menghormati adat istiadat dan kebudayaan asli daerah ini. Saling bangun, bahu-membahu menjaga keragaman yang menjadi aset penting bagi daerah demi terciptanya kedamaian serta kesejahteraan bersama," timpalnya.

Penasihat FKPB Balikpapan Sembiring menambahkan, lewat tarian generasi muda mampu mempertahankan serta memelihara kebudayaan daerahnya. Saat ini, ia katakan pergeseran budaya memang telah terjadi. Sehingga, lewat pameran maupun atraksi di depan umum maupun mal ini bisa jadi pemicu untuk tetap melestarikan dan lebih menghargai sebuah seni budaya.

"Jangan sampai anak cucu kita lupa akan budaya bangsa sendiri. Lewat tarian kita juga menunjukkan kekayaan Indonesia dari Sabang sampai Merauke," tutup pemilik Ampalng Sibayak itu. (lil/ndu/k15)