BALIKPAPAN - Dukungan untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk segera bangkit terus mengalir. Seiring penurunan penyebaran virus corona, Pemkot Balikpapan menggelar event bertajuk UMKM Bangkit di Pentacity, Balikpapan SuperBlock. Berlangsung sejak 18 Oktober hingga 31 Oktober. Kegiatan ini diharapkan bisa membantu mempercepat pemulihan perekonomian.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Balikpapan Nurlena Rahmad Mas’ud berharap, kegiatan ini dapat kembali menggairahkan UMKM di Kota Minyak. Kembali bangkit meski wabah dari Wuhan tersebut belum berakhir. Berada pada PPKM level II, ia berharap masyarakat tidak terlena dengan kondisi yang ada. Tetap selalu menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Kini status level PPKM Balikpapan telah turun menjadi level dua. Yang bisa dimanfaatkan kembali para pelaku UMKM agar dapat lagi produktif. Walau demikian, kita harapkan tetap mematuhi prokes, jangan sampai lengah," pesannya.

Selain itu, dengan gencarnya kegiatan vaksinasi yang dilakukan pemerintah, ia meminta kepada masyarakat untuk mendaftarkan diri bila belum menerima vaksin.

Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian (DKUMKMP) Balikpapan Adwar Skenda Putra menambahkan, sebanyak 12 UMKM terlibat dalam pameran itu. Terdiri dari kriya dan kuliner. Sebelumnya, pada Maret lalu telah digelar pula pameran serupa. Setelah penurunan status level Balikpapan diharapkan semakin banyak kegiatan bisa kembali dilakukan.

Pada tahun depan, pameran juga akan dilakukan menyambut HUT Balikpapan maupun HUT Kaltim mendatang. "UMKM kita sangat beragam. Memiliki keunikan dan nilai tersendiri. Dari kemasan hingga kesehatannya pun sudah terjamin. Jadi, jangan ragu buat beli produk lokal, agar kita bisa sama-sama membantu membangkitkan UMKM di daerah," tutur pria yang akrab disapa Eddo tersebut.

Serupa, salah seorang peserta pameran, Dewi mengatakan kegiatan show case sangat penting bagi pelaku UMKM. Guna mengerek penjualan serta menjalin mitra baru. Walau tidak banyak produknya yang terjual, ia tetap bersemangat. Sebab menurutnya, penjualan selama dua tahun terakhir memang tidak berbuah manis.

Tentunya diperlukan dukungan dari pemerintah untuk memfasilitasi para pelaku UMKM yang ada. Sehingga mampu bertahan, dan perhatian itu diharapkan dapat diberikan secara berkesinambungan. Supaya keberadaan UMKM dapat terus berkembang dan memberikan tambahan peluang kerja bagi masyarakat.

"Harus terus digelar. Biar masyarakat juga tahu UMKM kita tidak kalah dengan produk luar. Meski memang perekonomian belum membaik," ucap pemilik usaha Batik Dewi ini. Di stan miliknya terdapat berbagai batik tulis maupun kerajinan tangan. Untuk harga batik yang ditawarkan mulai Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta. (lil/ndu/k15)