Dengan dibukanya akses jalan tol pada seksi 5 dari Jalan Soekarno-Hatta Km 13 menuju ke Manggar, angkutan barang dari Terminal Kariangau Km 13 menuju arah Balikpapan Timur diarahkan masuk tol.

 

BALIKPAPAN- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan mengusulkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Kota Balikpapan, khusus untuk akses angkutan barang dari Terminal KKT Kariangau menuju ke Balikpapan Timur.

Kepala Dishub Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana menyampaikan, dengan dibukanya akses jalan tol pada seksi 5 dari Jalan Soekarno-Hatta Km 13 menuju ke Manggar, angkutan barang dari terminal KKT Km 13 menuju ke Manggar akan diarahkan masuk ke jalan tol.

“Ini hasil dari kesepakatan forum lalu lintas yang terdiri dari beberapa stakeholder. Seperti kepolisian, Balai Pengelola Transportasi Darat, Dinas Pekerjaan Umum, Bappeda, dan Organda. Ini terkait tingkat kecelakan di kota ini cenderung melibatkan banyak kendaraan besar. Karena jalan di Balikpapan konturnya tanjakan dan turunan, jadi berbahaya bagi kendaraan besar yang muatannya penuh,” ujar Sudirman, pekan lalu.

Menurutnya, jika perwali ini sudah diberlakukan. Tidak ada lagi kendaraan angkutan barang yang lewat Jalan Soekarno-Hatta, MT Haryono, dan Syarifuddin Yoes. Dikarenakan risikonya. Jalan yang dilewati kondisinya naik-turun. Seperti turunan di Rumah Sakit Kanujoso, tanjakan Rumah Sakit Hermina, turunan BSCC Dome, dan tanjakan di depan Pengadilan Agama, lokasi yang sering terjadi kecelakaan.

“Jadi, selain perwali jam operasional kendaraan yang sudah ada, nanti kita atur lagi mereka harus lewat tol,” jelas Dirman.

Forum lalu lintas sudah hitung-hitungan secara finansial, ketika angkutan barang ini melewati tol, otomatis ada biaya yang keluar satu kali masuk tol biaya sekitar Rp 27 ribu. Sementara jika dibandingkan ada kecelakaan maka lebih besar risikonya. Apalagi sampai ada korban jiwa.

“Lagi proses. Mudah-mudahan dalam waktu tidak lama lagi bisa keluar perwali-nya,” tambahnya.

Namun, ada pengecualian jika ada pergudangan yang berada di dalam kota. Mereka harus punya izin bersyarat. Misalnya dia punya gudang ada di Jalan Beller, Balikpapan Selatan. Sebelum keluar Terminal KKT minta izin, dan itu nanti diatur jamnya.

“Tidak boleh jalan di jam-jam sibuk. Tujuannya, mengurangi potensi terjadinya kecelakaan di jalan,” tutupnya. (aji/ms/k15)