SAMARINDA – Pembangunan dinding penahan tanah (DPT) di sisi kiri Jalan Pattimura dari arah Palaran menuju Samarinda Seberang telah mencapai 48 persen. Dua segmen DPT atau talud juga telah rampung. Namun, dalam pengerjaannya, direncanakan saluran drainase ikut dibenahi. Saluran air itu bertujuan meminimalisasi dampak terjadinya longsor susulan seperti yang terjadi pada Juni 2020 lalu. Di setiap segmen talud nantinya dilengkapi pipe drain atau saluran pembuangan air. Hal ini bertujuan agar massa tanah tak jenuh oleh air yang dapat menambah beban talud.

“Yang jelas di DPT nanti ada pipe drain atau pipa-pipa kucuran air. Jadi, tanah tidak jenuh air dan berat,” ungkap Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan UPTD Pemeliharaan Infrastruktur Wilayah II, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) Kaltim Taufiqurridha Ismail.

Tak hanya DPT, saluran air juga akan disediakan pada sisi luar talud. Saluran itu berfungsi untuk menangkap air buangan dari pipe drain. Air tangkapan dari sisi bukit nantinya dialirkan ke sisi jalan melalui cross drain Teluk Bajau yang fungsinya akan ditingkatkan juga.

“Di balik DPT juga dibuat pipa perforated, itu untuk menangkap air juga, biar tanah tidak bersatu dengan air. Saluran air itu dibuang ke sisi jalan. Nanti dimaksimalkan crossing drainasenya,” jelasnya.

Disinggung ada tidaknya longsor susulan yang terjadi, Taufiqurridha mengatakan, hingga kini longsor susulan skala besar tak pernah terjadi. Sebab, saat pembersihan seluruh tanah disposal sisa timbunan industri batu bara sebelumnya telah dikeruk habis. “Material tanah yang longsor itu kan jenisnya tanah permukaan, mengalir bersama air. Kalau turun, ya pasti ada, cuma alhamdulillah berkurang. Galian yang sebelumnya dilakukan juga hingga ke tanah aslinya, bukan tanah disposal atau timbunan saja,” sebutnya.

Jalan Pattimura sudah tertimbun tanah longsor sejak Juni 2020. Sejatinya pengerjaan fisik DPT direncanakan sejak April lalu, tapi tertunda dan baru berlangsung Agustus. Dibangun sepanjang 175 meter dengan tinggi sekitar 4,8 meter di bawah titik longsor. Taksiran dananya Rp 8 miliar. Dalam perencanaannya, pekerjaan pembangunan DPT ditargetkan rampung sebelum 31 Desember mendatang.

“Kami terus genjot dan percepat, targetnya memang akhir tahun bisa open traffic untuk event tahun baru dan Natal. Sekarang memang belum terbuka jalurnya, masih jadi tempat kerja. Masa kerja sampai akhir tahun, 31 Desember, tapi diupayakan sebelum Natal sudah bisa dilalui,” kuncinya. (*/dad/dra/k16)