SAMARINDA – Dua lingkungan RT di wilayah Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu, kerap terendam saat hujan deras melanda. Dua lingkungan tersebut yakni RT 10 dan RT 11, Jalan Srikaya, Kompleks Perumnas.

Guna mengurangi genangan, kecamatan bersama kelurahan menggelar kerja bakti besar-besaran. Warga sekitar diajak turun dan berpartisipasi. Selain itu, kecamatan melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda.

Hasilnya, lebih empat truk sampah dan lumpur berhasil dikeruk warga beserta petugas gabungan. "Fokus kami adalah membersihkan selokan di permukiman warga di sini (Kompleks Perumnas). Di sini termasuk titik banjir," ujar Camat Samarinda Ulu M Fahmi. Namun, genangan yang terjadi cepat surut. "Makanya hari ini (kemarin) kami keruk, biar aliran air makin lancar. Jadi, nanti enggak tinggi lagi seiring lancarnya aliran air," sambungnya.

Banjir yang merendam kawasan RT 10 dan RT 11 tersebut biasanya berkisar antara 20–30 sentimeter saat hujan deras. Hasil pengerukan berupa lumpur serta sampah plastik langsung diangkut Tim Hantu Banyu Dinas PUPR dan pegawai DLH yang ikut serta.

Sementara Lurah Air Hitam Samsul menambahkan, kerja bakti tersebut selain mengurangi banjir, juga mengantisipasi ancaman penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD). Saluran air dibersihkan untuk memberantas sarang nyamuk. "Jadi, sekali aksi menyasar dua upaya pencegahan. Pencegahan banjir dan penyebaran DBD," jelas Samsul. "Namun, kami tegaskan, kerja bakti tetap mengutamakan penerapan protokol kesehatan (prokes)," tutupnya. (kpg/rin/dra/k16)