SAMARINDA – Tambang ilegal di kawasan Muang Dalam, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara dengan luas sekitar 11 lapangan sepak bola, sempat mencuri perhatian warga. Sebab, warga sekitar sempat melakukan perlawanan terhadap praktik ilegal tersebut, bahkan membuat laporan resmi ke Polresta Samarinda 10 Oktober lalu.

Permasalahan tambang ilegal pun sempat dibahas para akademisi Universitas Mulawarman. Sempat menyerahkan surat terbuka ke Polresta Samarinda pada 21 Oktober lalu. Dalam surat terbuka itu, 85 dosen berbagai fakultas yang mengatasnamakan Koalisi Dosen Unmul tersebut menyampaikan, Kaltim berada dalam kondisi darurat tambang ilegal. Di Kota Tepian setidaknya terdapat 29 titik tambang ilegal, 16 di antaranya berada di kawasan Muang Dalam.

Terkait pertambangan ilegal di Muang Dalam, Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Andika Dharma Sena menjelaskan, hingga kini pihaknya masih melakukan pemantauan ada tidaknya kegiatan tak berizin yang kembali berjalan. "Sampai saat ini kami pantau (tambang ilegal) yang terjadi di sana. Kalau ada kegiatan akan ditindaklanjuti," ucapnya.

Perwira berpangkat melati satu itu menyebut, permasalahan tambang ilegal di Muang Dalam sempat disinggung puluhan dosen Unmul. Namun, dalam surat terbuka yang dilayangkan, para akademisi tersebut lebih membahas tambang ilegal di seluruh Kaltim secara umum. "Itu sebagai informasi juga buat kami kan,” lanjutnya.

Kendati masih sebatas informasi, polisi yang akrab disapa Andika itu menegaskan, pihaknya akan mengambil tindakan tegas jika menemukan adanya kegiatan pertambangan ilegal. “Kalau ada informasi dan ada kegiatan di lapangan (Muang Dalam) ya ditindaklanjuti lah,” ungkapnya.

Kegiatan tambang tak berizin di Muang Dalam sejatinya telah berjalan sejak 2016. Aktivitas terselubung itu terkuak setelah batu bara tercecer akibat terseret arus banjir yang terjadi pada September lalu. Adanya tambang ilegal di daerah yang sempat dikenal sebagai lumbung padi Kota Tepian itu sebenarnya telah diadukan masyarakat sekitar ke polisi. Masyarakat juga turut memberikan bukti adanya kegiatan pengerukan emas hitam ilegal di 16 titik. (*/dad/dra/k16)