SAMARINDA - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur mencatat luas panen padi pada 2021 di bumi etam diperkirakan sebesar 66.887,24 hektar atau mengalami penurunan 6.681,2 hektar atau 9,08 persen dibandingkan 2020.

Kepala BPS Kaltim, Anggoro Dwithjahyono menjelaskan realisasi luas panen padi sepanjang Januari hingga September 2021 sebesar 63.669,78 hektar, atau mengalami kenaikan sekitar 1.229,5 hektar (1,97 persen) dibandingkan Januari hingga September 2020.

"Sementara itu, potensi panen sepanjang Oktober hingga Desember 2021 sebesar 3.217,46 hektar. Dengan demikian, total luas panen padi pada 2021 diperkirakan mencapai 66.887,24 hektar, atau mengalami penurunan sekitar 6.681,2 hektar (9,08 persen), dibandingkan 2020," katanya dalam rilisnya, Senin (1/11/2021). 

Anggoro menambahkan luas panen tertinggi di Kaltim pada 2021 terjadi pada Maret, yaitu sebesar 16.009,54 hektar, sementara luas panen terendah terjadi pada bulan November, yaitu hanya sebesar 787,54 hektar. 

Adapun, produksi padi pada 2021 di Kaltim diperkirakan sebesar 240.640,8 ton GKG, mengalami penurunan 21.793,72 ton GKG atau 8,3 persen dibandingkan 2020 yang sebesar 262.434,52 ton GKG.

"Jika potensi produksi padi pada 2021 dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, maka produksi beras pada 2021 diperkirakan sebesar 139.252,04 ton, mengalami penurunan 12.611,42 ton atau 8,3 persen dibandingkan 2020 yang sebesar 151.863,46 ton," katanya. (myn)