TANJUNG REDEB - Angka penyebaran Covid-19 di Bumi Batiwakkal terus menunjukkan penurunan. Selama Empat hari terakhir, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai sudah tidak lagi merawat pasien Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan Dokter Spesialis Paru RSUD dr Abdul Rivai, dr Robert Naiborhu. Ia menuturkan, memang rumah sakit masih menerima beberapa kasus Covid-19 setiap harinya, tapi gejalanya tergolong ringan, sehingga cukup dengan melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah dengan kontrol dari surveilans.

“Yang datang hanya pasien dengan gejala ringan, sehingga tidak perlu dirawat di rumah sakit,” jelasnya. Kendati demikian, ia mengaku memiliki sedikit kekhawatiran dengan gelombang ketiga penyebaran Covid-19. Meskipun persentase vaksinasi di Kabupaten Berau berada di atas 50 persen, penderita adalah tempat virus bermutasi. Jika mutasi virus baru muncul, bukan tidak mungkin vaksinasi menjadi gagal.

“Hanya saya berharap dengan vaksinasi yang mulai banyak, mudah-mudahan serangan berikutnya tidak separah yang lalu,” ucapnya. Ia melanjutkan, sampai saat ini virus corona tetap bermutasi gen. Apabila virus termutasi dengan kegagalan transkip RNA, kemungkinan besar dapat menimbulkan varian baru yang sangat berbeda. Walaupun kejadiannya hanya pada satu pasien, tetapi potensi menyebarnya sangat tinggi.

“Misalnya ada orang yang tidak patuh protokol kesehatan lalu terkena varian Delta, orang tersebut sudah vaksin tetapi belum lengkap atau belum vaksin sama sekali, maka jika terjadi mutasi dari Delta, bisa saja nanti virus tersebut tidak bisa ditangkis oleh vaksin dan sifatnya lebih ganas,” tuturnya.

Ia tetap mengimbau kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). Sebab, hanya dengan mencuci tangan, pakai masker, dan jaga jarak dapat menjaga diri sendiri dan orang terdekat agar tidak terpapar Covid-19.

Ia menegaskan, penurunan angka penyebaran Covid-19 di Berau merupakan hasil usaha dari semua pihak, termasuk masyarakat yang senantiasa menerapkan protokol kesehatan. “Saya harap masyarakat jangan sampai lupa 3M,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Berau Iswahyudi menuturkan, saat ini sudah delapan kecamatan di Berau yang masuk zona hijau, sedangkan sisanya masih zona kuning. “Hari ini (kemarin, Red) ada tambahan satu kasus terkonfirmasi dan satu pasien sembuh," paparnya.

Ia menambahkan, untuk kasus aktif hingga saat ini ada 14 orang. Dari jumlah tersebut semuanya isolasi mandiri. Meskipun kasus di bawah 20, Iswahyudi menegaskan, masyarakat jangan sampai lengah dan hanyut dalam euforia ini. Ia mengkhawatirkan kembali terjadi lonjakan. “Tetap prokes, jangan lengah,” pungkasnya. (hmd/kpg/kri/k16)