Kecamatan Sangkulirang merupakan kawasan yang dikelilingi perairan laut. Sehingga, transportasi laut merupakan akses utama masyarakat dari desa-desa untuk mencapai pusat pemerintahan, Pulau Sangkulirang, yang sampai sekarang masih menjadi pusat perekonomian. Hal tersebut sudah terjadi sejak lama.

 

SANGATTA –Lima belas desa yang masuk wilayah tersebut kerap menggunakan transportasi laut. Meski beberapa desa sudah bisa menggunakan jalur darat, setelah dioperasikannya jembatan Sangkulirang di Dusun Ronggang.

Namun, puluhan desa lainnya masih harus menggunakan transportasi laut bila ingin menginjakkan kaki di daratan tersebut. Desa Mandu Dalam, Saka, Peridan, Tepian Terap, Perupuk, Pelawan, Kerayaan, dan Pulang Miang, merupakan desa-desa yang sampai sekarang memanfaatkan transportasi laut berupa kapal, melalui jalur sungai kemudian melintasi laut.

Dengan demikian, penting untuk didukung dengan sarana-prasarana yang memadai. Misalnya dengan adanya halte sungai untuk membuka konektivitas kawasan di kecamatan itu. Anggota Komisi V DPR RI Dapil Kaltim Irwan memastikan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah harus terus ditingkatkan.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Badan Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) bakal membangun empat halte sungai Kutai Timur (Kutim). Program tersebut merupakan usulannya melalui mitra strategis Komisi V Kemenhub. 

“Masih dalam proses pengerjaan pihak BPTD. Diperkirakan rampung tahun ini,” ujar pria yang telah menghabiskan masa kecilnya di Sangkulirang itu.

Dia berharap pembangunan halte sungai dapat membuka konektivitas dengan daerah lain, sehingga membuat distribusi logistik angkutan orang dan barang semakin lancar. Mengingat, dari 10 program usulannya yang dikerjakan di Kaltim tahun ini, lima di antaranya ada di Kutim. 

“Salah satunya halte sungai. Tujuannya tidak lain untuk membantu masyarakat. Sangkulirang sampai sekarang masih menjadi pusat perekonomian semua jenis sembako dan lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kasi Angkutan Sungai dan Penyeberangan (ASDP) Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim, Soleram menambahkan, pembangunan halte sungai tersebar di empat kecamatan di Kutim.

Di antaranya, sungai Desa Peridan-Kecamatan Sangkulirang, Desa Pengadan-Kecamatan Karangan, Desa Kelinjau Ulu-Kecamatan Muara Ancalong, dan sungai Desa Muara Bengalon-Kecamatan Bengalon.

“Semoga dengan pembangunan halte dapat membuka akses masuk Kutai Timur melalui jalur laut dan sungai, sehingga jalur transportasi semakin meningkat,” harapnya.

Untuk sumber anggaran, pihaknya menerima kucuran dari dana alokasi khusus (DAK) Kemenhub Rp 8 miliar, sehingga pihaknya wajib berperan memfasilitasi data dukung yang diperlukan.

“Sangat membantu daerah saat kondisi keuangan sulit. Kami harap program-program pemerintah pusat dapat terus melirik Kutai Timur,” pungkasnya. (dq/kri/k16)