SANGATTA – Profesi sebagai aparatur sipil negara (ASN) memang sangat diminati masyarakat. Meskipun hanya tersedia 52 formasi, 1.081 orang memperebutkan posisi tersebut dengan mengikuti tes seleksi kompetensi dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kutai Timur (Kutim) 2021.

Sekarang hanya tersisa 114 peserta yang berhasil melewati tahapan SKD. Mereka dipastikan melanjutkan perjuangan ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB).

Peserta yang lulus SKD tercantum dalam pengumuman Bupati Kutim Nomor B-803.3/0979/BKPP-MUT/X/2021, tentang Hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Penerimaan CPNS di lingkungan Pemkab Kutim formasi tahun 2021 di laman 

www.bkppkutim.com
 atau website resmi Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kutim.

“Peserta yang lolos telah memenuhi ambang batas nilai tes, berdasarkan keputusan MenPAN-RB 1023/2021. Setelah mengikuti seleksi sistem CAT (computer assisted test),” ungkap Kepala BKPP Kutim Misliansyah.

Setelah itu, nantinya peserta yang lulus semua tahapan seleksi CPNS, bakal mengisi 52 formasi CPNS kosong di lingkungan Pemkab Kutim. Sebenarnya, dari 1.081 pendaftar, yang hadir mengikuti tes hanya 973 peserta.

“Sebanyak 108 peserta lainnya tak hadir tanpa memberi kabar atau alasan kepada panitia,” jelasnya. Sebelumnya, pemkab juga telah membuka 175 lowongan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) non guru. Formasi tersebut diminati 461 orang. Dengan demikian, terdapat 1.542 pelamar yang mengikuti SKD.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, sekarang masyarakat sangat menuntut kinerja, baik para birokrat maupun aparatur di lingkup pemerintahan. Tak hanya profesionalitas, namun juga tuntutan kinerja berkualitas. “Sehingga dapat memberikan pelayanan yang memuaskan bagi masyarakat,” katanya.

Para calon ASN harus mampu memperkuat dan meningkatkan kinerja Pemkab Kutim, baik secara umum maupun secara khusus. Mereka dituntut memberikan solusi terbaik yang strategis dan aktual sebagai respons atas kebijakan serta permasalahan yang muncul.

“Merupakan tuntutan untuk memperkukuh kerja yang solid dan sinergi di berbagai lapisan penugasan. Dengan berbagai dinamika aspirasi masyarakat,” jelas politikus PKS itu. (dq/kri/k16)