SAMARINDA-Festival Mahakam di Samarinda sempat vakum karena pandemi Covid-19 melanda negeri ini tahun lalu. Namun, ajang tersebut bakal digelar 5-7 November mendatang. Terlebih kegiatan itu merupakan event yang telah masuk kalender wisata nasional.

Kepala Dinas Pariwisata Samarinda I Gusti Ayu Sulistiani berharap dengan kembali digelarnya Festival Mahakam, itu akan menjadi awal kebangkitan pariwisata di Kota Tepian. Meski diyakini pegelaran itu belum mampu menggenjot kunjungan wisatawan dari luar Kaltim.

Meski demikian, kata Ayu, dunia pariwisata harus optimistis. Meski Festival Mahakam tahun ini tidak sebanyak rangkaian acara seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, pihaknya berharap bisa menjadi awal yang baik bagi sektor pariwisata.

“Sekarang juga semua tempat wisata di Samarinda sudah beroperasi seperti biasa. Jadi dengan adanya Festival Mahakam, setidaknya ada angin segar bagi dunia pariwisata kita,” ungkapnya saat rapat bersama stakeholder di Aula Dinas Pariwisata Samarinda, Kamis (28/10).

Dia menjelaskan, kini masyarakat sudah mulai antusias untuk berwisata. Meski masih sebatas masyarakat Samarinda dan sekitarnya, namun ada pergerakan kunjungan. Apalagi di tengah mobilitas yang mulai tinggi saat Samarinda memiliki status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2.

Dia berharap, Festival Mahakam bisa dijalankan dengan protokol kesehatan yang ketat, agar Covid-19 tetap terkendali dan dunia pariwisata bisa bangkit. “Semoga ini merupakan titik awal yang baik tidak hanya di Samarinda, namun dunia pariwisata di seluruh Indonesia,” harapnya.

Sementara itu, Direktur Executive Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Samarinda, I Gusti Bagus Putra mengatakan, dengan adanya Festival Mahakam harapannya akan banyak sektor pariwisata yang tumbuh, mulai kuliner, tempat oleh-oleh, transportasi hingga lainnya. Nanti juga ada stan BPPD yang akan menjual paket tur wisata di Samarinda, dengan harga khusus. “BPPD mendukung Festival Mahakam, sebagai bentuk awal kembalinya sektor pariwisata,” tuturnya.

Meski pihaknya menganggap, event itu tidak akan mengundang banyak orang dari luar Kaltim, seperti biasanya. Setidaknya, Festival Mahakam untuk masyarakat Samarinda, dan sekitarnya. Sebab, untuk mendatangkan dari luar Kaltim tidak bisa terlalu diharapkan. Mungkin ada, tapi tidak banyak. Apalagi kunjungan internasional, akan sangat sulit.

“Itu karena masih sulitnya syarat penerbangan, meski harga tes PCR (polymerase chain reaction) sudah turun jadi Rp 300 ribu, tapi tetap masih sulit. Malah ada kecenderungan membuat masyarakat menahan bepergian kecuali sangat penting,” ungkapnya. (ctr/rom/k15)