Wali Kota Samarinda Andi Harun unjuk kemampuan intelektual di diskusi lintas negara Forum Global Pemukiman Manusia ke-16 dengan tema Kota dan Komunitas Sehat, Cerdas dan Tangguh pada, Jumat (29/10/2021) kemarin secara virtual.

Wali Kota lulusan S3 Ilmu Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar tampak mahir berdialog menggunakan bahasa Inggris pada acara yang digagas organisasi internasional Global Green Growth Institue (GGGI) yang berkantor pusat di Seoul, Korea Selatan tersebut.

Andi Harun sendiri dalam diskusi itu memaparkan perspektif kota tentang aplikasi digital untuk kesehatan dan ketahanan. Diantaranya ketika Samarinda harus bertahan menghadapi pandemi Covid-19, baik dengan mengeluarkan kebijakan termasuk pemanfaatan aplikasi Samarinda Siaga Call Centre 112.

“Tentunya ini menjadi strategi Pemerintah Kota Samarinda dalam melandaikan curve epidemiologi dapat berjalan efektif,” terang Andi Harun dalam penerjemahan bahasa Indonesia. Andi Harun menjelaskan seperti layanan panggilan darurat 112 ini juga menjadi media promosi kesehatan, karena setiap call taker dibekali pengetahuan komunikasi informasi dan edukasi (KIE) terkait Covid-19 dan bisa melakukan screening awal, sehingga meminimalisir kontak antara pasien bergejala dengan tenaga kesehatan.

Lanjutnya, orang nomor satu Pemkot Samarinda itu menyampaikan, 112 dikelola secara mandiri masing masing kota, untuk kota Samarinda, layanan darurat 112 telah memiliki ambulan medis sebanyak 1 unit dengan tenaga kesehatan yang standby 24 jam, dibantu 18 ambulan transportasi dari relawan se Kota Samarinda.

“Kekuatan layanan darurat di kota Samarinda terutama karena banyaknya relawan yang membantu tindak lanjut setiap panggilan darurat yang masuk ke 112 disamping tindak lanjut perangkat daerah dan instansi teknis lainnya,” terangnya.

Banyak hal disampaikan Andi Harun terkait strategi penanganan Covid-19 hingga percepatan vaksinasi di Kota Tepian. Adapun negara yang ikut dalam diskusi virtual itu diantaranya Indonesia diwakilkan Wali Kota Samarinda, Afrika, Rwanda, Korea Selatan, Vietnam, Kamboja, dan Kolombia. (pro)