BALIKPAPAN – Beberapa hari terakhir, Kota Minyak menghadapi cuaca ekstrem. BMKG merilis laporan yang menyebutkan terjadi siklon tropis. Intensitas hujan semakin tinggi. Ini yang membuat BPBD harus lebih siap siaga dan mengimbau warga turut waspada.

Kepala BPBD Balikpapan Suseno menuturkan, pihaknya tetap siaga dengan kondisi apapun. Termasuk selalu berkoordinasi dengan BMKG dan instansi lainnya dalam menghadapi dampak cuaca ekstrem. “Tentu lebih ditekankan kepada kesiapsiagaan terhadap potensi yang bisa terjadi,” katanya.

Menurut dia, BPBD tidak bisa bekerja sendiri dan perlu kerja sama. Baik dengan TNI, Polri, Basarnas dan aparatur pemerintah lainnya. Suseno menambahkan, bila Balikpapan menghadapi intensitas hujan tinggi, potensi bencana yang terjadi masih soal banjir dan longsor.

“Karena 85 persen daerah berbukit yang berpotensi longsor. Sedangkan kawasan di bawah berpotensi banjir,” ucapnya. Namun, dia mengingatkan, masyarakat dapat peka terhadap lingkungan. Jika tinggal di daerah bukit ada turap yang jabuk atau retak segera perbaiki.

Serta menjaga perilaku untuk buang sampah pada tempatnya. Meski terdengar sepele, kenyataan sebagian masyarakat masih abai. “Buang sampah sembarangan ini ujung-ujungnya sampah lari ke parit dan terjadi sumbatan. Itu menjadi bencana banjir,” tuturnya.

Suseno menyampaikan, kawasan banjir sudah tidak begitu banyak seperti dulu. Sebab, pemerintah daerah mulai melakukan penanganan. Misalnya perbaikan gorong-gorong di kawasan Jalan Letjen Sutoyo. Kini kawasan banjir tinggal sekitar delapan titik. “Seperti di Sungai Ampal, Karang Joang Km 11 dan Km 17,” tutupnya. (gel/ms/k16)