BALIKPAPAN– Balai Karantina Hewan Karantina Pertanian Balikpapan mendapat temuan daging bebek tidak bersertifikat sanitasi. Subkoordinator Pengawasan dan Penindakan Karantina Pertanian Balikpapan, Endyokta Widoyono, mengatakan, ada sekitar 1,3 ton daging bebek beku datang ke Pelabuhan Semayang, yang berangkat dari Tanjung Perak, Surabaya.

Sebelumnya, pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat akan datang ribuan kilogram daging bebek tak bersertifikat yang diberangkatkan dengan KM Dharma Ferry 7 dari Pelabuhan Tanjung Perak pada Jumat, 22 Oktober pukul 20.52 WIB.

Dari informasi itu didapatkan, daging bebek yang dilalulintaskan adalah sebanyak 15 kotak styrofoam. Namun, setelah dilakukan pengecekan di Pelabuhan Semayang Balikpapan, terdapat 24 kotak styrofoam daging bebek yang modus operandinya dititipkan di truk bermuatan sayuran.

Pihaknya, berhasil menemukan daging bebek di dalam kotak styrofoam yang ditutup menggunakan terpal. Barang bukti segera diamankan ke Kantor Induk Karantina Pertanian Balikpapan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut kepada pemilik yang berada di Balikpapan oleh Tim Pengawasan dan Penindakan.

"Kami memberikan waktu sebanyak tiga hari kerja untuk pemilik agar dapat melengkapi dokumen yang diperlukan. Apabila tidak dapat dipenuhi, maka akan dilakukan penolakan kembali ke Surabaya. Diharapkan hal seperti ini tidak terulang kembali, agar pemilik tidak mengalami kerugian finansial yang besar mengingat daging bebek yang dilalulintaskan jumlahnya cukup banyak," tutupnya. (aji/ms/k15)