BALIKPAPAN–Percepatan vaksinasi khususnya bagi para pelajar terus digeber Polda Kaltim. Upaya itu mendapat apresiasi oleh Museum Rekor Indonesia (Muri) dengan meraih rekor gelaran vaksinasi terbanyak bagi pelajar di satu titik. Yakni, sebanyak 9.000 vaksin Sinovac untuk pelajar Balikpapan.

Kapolda Kaltim Irjen Herry Rudolf Nahak mengatakan, vaksinasi dan bakti sosial itu serentak digelar se-Indonesia oleh alumni Akabri 1990 dalam rangka pengabdian 31 tahun untuk negeri. “Ini demi mendukung jalannya PTM (pembelajaran tatap muka) di Kaltim,” ungkap Herry yang juga alumni Akabri 1990 di sela-sela memantau vaksinasi di Dome Balikpapan, (26/10).

Meski Polda Kaltim meraih Rekor Muri, namun sayang masih ada orangtua yang enggan mengikutkan anaknya vaksin. Kapolda mengakui, telah mendapatkan laporan dari Dinas Kesehatan Balikpapan, terkait orangtua yang takut atau enggan anaknya divaksin. “Saya mendapatkan laporan ada keluarga yang belum mau anaknya divaksin, makanya tidak tercapai 100 persen,” tuturnya.

Pihaknya akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Balikpapan untuk mengidentifikasi penyebab orangtua enggan anaknya divaksin. Karena tentu mereka punya alasan tersendiri. “Nanti kami berkoordinasi. Kami juga akan lakukan pendekatan kepada keluarganya. Jangan termakan isu hoaks, tidak benar jika vaksin itu berbahaya,” bebernya.

Sebab, vaksinasi salah satu syarat mengikuti PTM. “Kami sampaikan penjelasan bahwa vaksin ini baik untuk semua pelajar. Nanti kami lihat alasannya apa,” jawab peraih Adhy Makayasa lulusan terbaik Akabri 1990 itu.

Vaksinasi bagi pelajar juga digelar di seluruh Kaltim. “Jika semua terserap ada 21.000 dosis vaksin yang kami siapkan untuk pelajar di provinsi ini,” bebernya. Jika vaksinasi pelajar di Balikpapan tuntas, maka cakupan bakal mencapai hampir 100 persen untuk pelajar.

Mantan Kapolda Papua Barat itu menguraikan, untuk mencapai 100 persen vaksinasi pelajar bukan soal mudah. Salah satu kendala masih ada orangtua yang ogah memberi izin vaksin bagi anaknya.

Selain mendapatkan penghargaan dari Muri, Kapolda menerima penghargaan dari Komisi Nasional Perlindungan Anak atas pelaksanaan vaksinasi prioritas terhadap pelajar dalam pencegahan Covid-19. Akabri Angkatan 1990 juga menyerahkan bantuan sosial berupa sembako dan beras sebanyak 90 ton. Termasuk menyalurkan tali asih pada para keluarga personel Polda Kaltim yang gugur karena Covid-19 saat bertugas. (aim/rom/k8)