SAMARINDA - Kabar terbaru dari kasus tewasnya perempuan 21 tahun, inisial RA di Hotel MJ Pasar Pagi, kini polisi menetapkan seorang sebagai tersangka perdagangan manusia atau Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) berinisial EW. 

Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Andika Dharma Sena dikonfirmasi wartawan terkait kabar ini membenarkan. 

"Iya, ada yang ditetapkan tersangka. Hanya ini beda dari kasus pembunuhan," ujarnya. Tersangka EW dalam kasus TPPO, dijelaskan Andika, hanya urusan prostitusi. Bukan kaitannya dengan dugaan kasus pembunuhan. 

"Intinya ini (tersangka) lebih kepada urusan itu lah (prostitusi)," katanya.

Diberitakan sebelumnya, perempuan usia 21 tahun atas nama Rabiatul Adawiyah ditemukan tewas dalam kamar salah satu hotel Kelurahan Pasar Pagi pada hari Sabtu  16 Oktober 2021 lalu pukul 09.00 Wita. Pada bagian perut tubuhnya terdapat luka. 

Kepolisian yang mendapat laporan ini langsung melakukan olah TKP dan evakuasi jasad korban ke rumah sakit Abdul Wahab Sjahranie. Korban diduga akibat pembunuhan.  

Penemuan jasad perempuan ini berawal staf enginering hotel membuka pintu atas permintaan salah satu teman korban yang juga seorang perempuan sekitar Pukul 04:30 wita. 

Lalu, saksi beserta teman korban melihat dalam kamar ada korban tergeletak dan bersimbah darah. Kejadian ini langsung dilaporkan ke pihak kepolisian. 

Barang Bukti yang diamankan oleh kepolisian yaitu surat vaksin, 1 botol minuman anggur merah, 1 buah pisau cutter dan barang lainnya. (myn)