JAKARTA - Tim Seleksi (Timsel) calon komisioner KPU dan Bawaslu periode 2022-2027 melanjutkan safari dalam menjaring masukan. Kemarin (26/10), giliran KPU RI yang diajak beraudiensi dengan para anggota timsel. Dalam kesempatan tersebut, KPU menitipkan sejumlah isu keberlanjutan. Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik mengatakan, Pemilu 2024 memiliki kompleksitas yang besar. Oleh karenanya, sejumlah upaya mitigasi sudah dipersiapkan KPU periode saat ini. Salah satunya adalah rencana pemanfaatan digitalisasi pemilu.

KPU tengah merancang digitalisasi secara terintegrasi. Artinya, semua sistem informasi di setiap tahapan akan diintegrasikan. Evi berharap, rancangan bangunan yang sudah disiapkan KPU itu bisa dilanjutkan oleh komisioner baru ke depan. “Kami sangat berharap di dalam rekrutmen seluruh kebijakan program yang sudah dirintis, langkah keberlanjutan dari KPU sebelumnya bisa diberlanjutkan,” ujarnya (26/10).

Evi berharap timsel dapat menempatkan komitmen pemanfaatan teknologi sebagai salah satu pilar yang harus dipegang para calon. Selain itu, dia juga menekankan aspek inovasi dalam parameter seleksi. Sehingga komisioner nantinya tidak hanya melanjutkan apa yang ditinggalkan, namun juga bisa menghasilkan pemikiran baru yang visioner. “Mereka bisa berfikir out of box sehingga memiliki inovasi,” tuturnya.

Komisioner KPU Viryan Aziz menambahkan, salah satu aspek yang harus menjadi poin dalam seleksi adalah kemampuan mendesain pemilu yang efisien. Sebab, jika berkaca pada pengalaman 2019 lalu, banyaknya korban menunjukkan beban yang ditanggung penyelenggara masih berat. “Siapapun anggota KPU mestinya dapat menyelesaikan persoalan ini agar tidak terulang kembali,” ujarnya. Misalnya dengan melakukan inovasi regulasi. Sebab, menjadi ironis jika para petugas justru menjadi korban.

Ketua Timsel KPU-Bawaslu Juri Ardiantoro mengatakan, audiensi dengan KPU bagian dari upaya menjaring masukan. Sebab dia meyakini, penyelenggara memiliki pengetahuan yang update terkait tantangan ke depan. “Kami ingin mendapatkan info terbaru mungkin yang belum bisa kami dapatkan,” ujarnya. Juri menekankan, pertemuan dengan KPU bukan yang terakhir. Dalam waktu dekat, timsel juga akan beraudiensi dengan pihak lain termasuk Bawaslu dan DKPP.

Sementara itu, proses penerimaan berkas pendaftaran masih terus berlangsung. Hingga kemarin, jumlah pendaftar yang masuk ke sekretariat timsel sudah mencapai 21 orang. Terdiri dari 12 orang calon KPU dan 9 orang calon Bawaslu. (far/bay)