Operasional eks Pelabuhan Somber yang sebelumnya dikelola PT ASDP Indonesia Ferry, terhenti lalu vakum karena permasalahan lahan.

 

PELABUHAN Feri Kariangau, Balikpapan diusulkan khusus melayani angkutan penumpang. Ide itu mengemuka lantaran Pemkot Balikpapan berencana menghidupkan kembali eks Pelabuhan Somber di Km 3,5, Jalan AW Syahranie, Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara. Pemerintah daerah berkeinginan agar pelabuhan tersebut, khusus melayani angkutan barang atau logistik.

Usulan tersebut disampaikan Kepala Bidang Perairan dan Udara Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan, Purwantoro saat menggelar pertemuan dengan anggota Komisi V DPR RI, Irwan di Kantor Pelabuhan Feri Kariangau, pekan lalu. Dia mengungkapkan, eks Pelabuhan Somber yang sebelumnya dikelola PT ASDP Indonesia Ferry, operasionalnya berhenti karena ada permasalahan lahan. Sehingga, dipindahkan ke Pelabuhan Feri Kariangau. Untuk mengaktifkan kembali pelabuhan penyeberangan tersebut, Dishub Balikpapan sudah menyusun detail engineering design (DED) eks Pelabuhan Somber sejak 2018.

“Ada pemikiran dari Pemkot Balikpapan, kalau misalnya (pemindahan) IKN (ibu kota negara) dilaksanakan, Dermaga Kariangau bisa khusus angkutan orang. Dan Dermaga Somber menjadi angkutan barang,” kata Purwantoro. Untuk diketahui, usulan pemanfaatan kembali eks Pelabuhan Somber sebelumnya memasuki tahapan pengajuan izin untuk masuk dalam Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN) ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Saat ini, masih menanti persetujuan Menteri Perhubungan (Menhub). Sebenarnya, sejak 2016, Pemkot Balikpapan mewacanakan mengoperasikan kembali bekas pelabuhan tersebut. Namun, karena masalah lahan yang belum tuntas, rencana tersebut menjadi terhambat.

Soal rute yang disasar, adalah menuju Sulawesi Barat (Sulbar), dengan harapan mendukung lalu lintas logistik di Pelabuhan Feri Kariangau. Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XVII Kaltim-Kaltara Avi Mukti Amin mengatakan, usulan agar Pelabuhan Feri Kariangau menjadi pelabuhan khusus penumpang, dan eks Pelabuhan Somber menjadi pelabuhan logistik, masih sebatas wacana. Karena belum ada kajian teknis yang melalui beberapa tahapan maupun survei. “Jadi, baru sebatas wacana. Yang perlu ditindaklanjuti melalui penelitian lalu kajian teknis dan segala macamnya,” kata dia.

Walau begitu, menurutnya wacana untuk mengoperasikan kembali eks Pelabuhan Somber, memungkinkan. Namun, harus menunggu hasil kajian terkait rencana tersebut. Yang dilanjutkan dengan ketersediaan lahan yang ada. Termasuk, mengantisipasi terkait permasalahan lahan pada pelabuhan tersebut. “Itu baru wacana saja. Nanti kami koordinasi lagi, dengan Pemkot Balikpapan,” pungkasnya. Sebagai informasi, Pelabuhan Penyeberangan Kariangau memiliki luas terminal 4.500 meter persegi. Pelabuhan ini dibangun pada 1994 dan mulai beroperasi pada 2003. Ada enam operator perusahaan pelayaran yang beroperasi di pelabuhan feri ini. Dengan tiga trayek yang dilayani. Yakni rute Kariangau-Penajam sepanjang 3,75 mil atau 6,6 kilometer. Sementara lintas provinsi, memiliki rute Kariangau-Taipa (Palu) sepanjang 213 mil atau 394 kilometer dan rute Kariangau-Mamuju (Sulbar) sepanjang 157 mil atau 291 kilometer. Dan melayani angkutan penumpang maupun barang atau logistik.

Terkait ide itu, Irwan berharap Pelabuhan Feri Kariangau menjadi masa depan Kaltim. Dan terus tumbuh menjadi lebih baik lagi. Selama seluruh stakeholder yang terlibat, tidak mengedepankan ego sektoralnya. Baik pemerintah pusat melalui Kemenhub, lalu pemerintah daerah, baik Pemprov Kaltim maupun pemkot, serta operator. “Bisa duduk bersama, mencari solusi terbaik. Demi mengedepankan pelayanan untuk masyarakat,” pesan dia. (kip/riz/k15)