Seiring dengan penurunan kasus harian  Covid-19 membuat status PPKM Kota Balikpapan tetap bertahan di level 2. Kendati demikian, Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarti selaku Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Balikpapan meminta kepada masyarakat agar tetap waspada dengan adanya potensi lonjakan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 seiring dengan perubahan status PPKM beberapa daerah di Kaltim yang kembali naik ke PPKM level 3 seperti PPU dan Paser. 

"Karena kita melihat bahwa kondisinya belum terlalu aman meskipun kota Balikpapan alhamdulillah saat ini tetap di level 2. Namun kita melihat ada beberapa daerah lain yang meningkatkan kewaspadaannya," kata perempuan yang akrab disapa Dio ini. Dia menjelaskan, sampai saat ini, kami juga tidak mengurangi jumlah ruang isolasi yang ada di rumah sakit meski saat ini jumlah pasien yang dirawat menurun. Dari total 11 rumah sakit yang disiagakan, kami masih menyiagakan sebanyak 742 ruang isolasi untuk melayani pasien Covid-19.

"Hingga saat ini belum ada arahan dari Kementerian Kesehatan kita masih dalam posisi standby. Semua kamar-kamar isolasi yang sebelumnya dikonversi tetap disiagakan. Untuk saat ini kita masih menyediakan 742 ruang isolasi dari 11 rumah sakit yang ada di Kota Balikpapan," tuturnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi penyebaran Covid-19, karena saat ini status Kota Balikpapan belum aman dari ancaman penyebaran virus corona. "Jadi kita harus tetap waspada ya karena ada memang beberapa kabupaten kota yang statusnya dinaikkan, dengan mendisiplinkan penerapan 5 m dan mengawasi mobilitas orang. Jadi stay at home itu jangan lupa," tutupnya. (djo/vie)