SAMARINDA - Sebuah hasil dan tujuan dalam organisasi maupun institusi menjadi sulit dicapai, akibat halangan hal-hal kecil. Seperti, komunikasi dan koordinasi yang berjarak antara sesama tenaga kerja maupun dengan atasan. 

Untuk itu, diperlukan kesadaran kerjasama tim. Bahwa, setiap hal-hal baru mesti disamakan persepsi dari semua pekerja dan atasan dengan tidak memandang sebelah mata setiap latar belakang atau masa kerja seseorang. Demikian hal ini disampaikan Tri Wahyuni, Praktisi Sumber Daya Manusia (SDM) dalam sesi pelatihan digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Mulawarman, Sabtu (23/10/2021). 

"Kerja tim saat ini sangat penting. Karena berkaitan dengan tujuan organisasi institusi dan perusahaan yang hendak dicapai. Dan setiap pribadi kita harus tahu outcame (hasil) apa dari tempat kita bekerja. Nah, kadang nih mereka yang bekerja tidak tahu outcame nya apa," ujar Tri Wahyuni. 

Para narasumber.

Mereka yang bekerja tanpa tahu outcame dari inilah, dikatakan Tri Wahyuni, para pekerja yang sekedar menggugurkan kewajiban dan komunikasi dalam organisasi jadi terhambat. 

Selain menghadirkan praktisi SDM, LP2M Unmul  turut hadirkan psikolog Yulia Wahyu Ningrum. Menurutnya, setiap orang dalam bekerja membutuhkan tujuan dari pekerjaan mereka dan tujuan hidup yang berkaitan dengan meningkatkan spritual diri. 

"Ketika sudah mengenal tujuan bekerja dan tujuan hidupnya, maka, dia bisa lebih peka dengan keadaan sosial. Dan bisa berlatih membaca ekspresi wajah rekan kerja. Jadi, jika ada teman yang bad mood maka dia bisa memberi waktu sendiri teman tersebut atau bisa mengubah suasana lebih nyaman," kata Yulia. 

Yulia menjelaskan saat ini banyak para tenaga kerja menyalahkan atasannya dan rekan kerjanya sendiri serta lingkungan kerja. Hal ini menjadi keliru. 

"Kita tidak bisa menyalahkan lingkungan ya. Tapi, kita yang harus bisa memahami diri sendiri dan bisa mengubah lingkungan lebih baik. Kita yang mengubah diri menjadi lebih nyaman dan membuat sistem kerjasama lebih kompak dengan saling memahami," kata Yulia.

Sebelumnya, Dian Dwi Nur Rahmah S.Psi M Psi juga menjadi narasumber Pelatihan LP2M Unmul dalam Pelatihan Softskill kepada sekitar 50 orang di Hotel Midtown Jl Hasan Basri, Jumat (22/10/2021). 

Para peserta adalah tendik di lingkungan LP2M yang bertugas untuk membantu administrasi dari lembaga-lembaga penelitian Unmul yaitu Pusat Penelitian Kesetaraan Gender Dan Perlindungan Anak (P2KG-PA), Pusat Penelitian Pendidikan Ilmu Sosial dan Humaniora (P3IS-HUM), Pusat Penelitian Pengembangan Wilayah dan Kebijakan Publik (P3W-KP).

Kemudian, peserta yang hadir juga ada dari Sentra HKI dan Mulawarman Press, Pusat Penguatan Kelembagaan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2K-PM), Pusat Pengembangan Infrastruktur dan Informa Geo-Spasial (P2I –IG), Pusat Produktif Inovatif dan Inkubator Bisnis (PPI-IB), Obat dan Kosmetik Bahan Alam Hutan Tropika Lembap dan Lingkungannya (PUI-PT). 

Kepala LP2M Unmul Anton Rahmadi Ph.D yang membuka pelatihan ini menjelaskan dirinya mengucapkan terima kasih kepada peserta dan narasumber pelatihan hadir. 

"Visi LP2M sangat berkaitan dengan visi Universitas Mulawarman 2025 sebagai perguruan tinggi bertaraf internasional. Ke depan, staf LP2M harapannya memiliki kemampuan bahasa bilingual berbahasa Inggris dan Indonesia," katanya. 

Anton menambahkan LP2M mendukung Universitas Mulawarman melakukan penataan bagi lembaga-lembaga untuk miliki sertifikat. Ini agar bisa memberi dampak kesejahteraan bagi stafnya yang memperoleh pembiayaan dari luar. (myn)