SAMARINDA - Sebagian besar orang yang telah bekerja kerap terjebak dalam fixed mindset. Sebuah pikiran yang membuat perasaan khawatir bagaimana dinilai orang lain. Sehingga, seseorang tersebut berusaha ingin membuktikan diri dan sangat peka terhadap kesalahan atau kuatir membuat kesalahan.

Hal tersebut mesti diubah. Dengan bagaimana menerapkan growth mindset. Yang membuat setiap orang dalam bekerja harus peduli pada peningkatan diri yang lebih baik. Dengan memahami kualitas diri yang dapat dikembangkan dan berani menghadapi rintangan. Growth mindset inilah disampaikan oleh Dian Dwi Nur Rahmah S.Psi M Psi dalam Pelatihan Softskill kepada sekitar 50 orang.

Para peserta tersebut dari lembaga-lembaga penelitian Unmul yaitu Pusat Penelitian Kesetaraan Gender Dan Perlindungan Anak (P2KG-PA), Pusat Penelitian Pendidikan Ilmu Sosial dan Humaniora (P3IS-HUM), Pusat Penelitian Pengembangan Wilayah dan Kebijakan Publik (P3W-KP).

Kemudian, peserta yang hadir juga ada dari Sentra HKI dan Mulawarman Press, Pusat Penguatan Kelembagaan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2K-PM), Pusat Pengembangan Infrastruktur dan Informa Geo-Spasial (P2I –IG), Pusat Produktif Inovatif dan Inkubator Bisnis (PPI-IB), Obat dan Kosmetik Bahan Alam Hutan Tropika Lembap dan Lingkungannya (PUI-PT).

Pelatihan yang digelar di Hotel Midtown Jl Hasan Basri, Jumat (22/10/2021). Kepala LP2M Unmul Anton Rahmadi Ph.D yang membuka pelatihan ini menjelaskan dirinya mengucapkan terima kasih kepada peserta dan narasumber pelatihan hadir.

"Visi LP2M sangat berkaitan dengan visi Universitas Mulawarman 2025 sebagai perguruan tinggi bertaraf internasional. Ke depan, staf LP2M harapannya memiliki kemampuan bahasa bilingual berbahasa Inggris dan Indonesia," katanya.

Anton menambahkan LP2M mendukung Universitas Mulawarman melakukan penataan bagi lembaga-lembaga untuk miliki sertifikat. Ini agar bisa memberi dampak kesejahteraan bagi stafnya yang memperoleh pembiayaan dari luar.

Dalam pemaparannya di pelatihan softskill digelar LP2M, psikolog Dian mengatakan perbedaan karyawan yang fixed mindset adalah menghindari tantangan atau pekerjaan yang sulit, terintimidasi orang sukses, saran atau masukan sama dengan kritik merupakan tanda kegagalan. Sedangkan growth mindset adalah menerima rintangan bertahan melewati rintangan, belajar dari kritik dan selalu mencari inspirasi.

"Mereka yang miliki growth mindset terinspirasi oleh orang sukses. Dan saran atau masukan itu bagi mereka sama dengan kesempatan untuk berkembang menjadi lebih baik," kata Dian.

Turut hadir dalam pelatihan yaitu Sekretaris LP2M Unmul Uni W Sagena S.IP M.Si Ph.D. Bagi peserta diharapkan keaktifan mengikuti pelatihan sehingga bisa melakukan mengembangkan karakter diri pribadi. (myn)