BALIKPAPAN – Sejak 11 Oktober, Pemkot Balikpapan telah membuka kembali pembelajaran tatap muka (PTM). Selama lebih dari sepekan terakhir, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan melakukan evaluasi. Sejauh ini pelaksanaan terpantau aman.

Kepala Disdikbud Muhaimin mengatakan, PTM telah berjalan sesuai dengan pedoman pelaksanaan terbatas. Pihaknya berharap PTM bisa terus berjalan dan tak ada kejadian yang berhubungan dengan Covid-19 di sekolah. Serta cakupan vaksin bagi anak SMP bisa semakin meningkat.

“Sehingga kepercayaan orangtua yang awalnya ragu melaksanakan PTM, kini meningkat,” tuturnya. Dia mengungkapkan, cakupan vaksin pelajar untuk SMP sudah mencapai 73 persen. Sementara siswa yang belum mendapat vaksin belum bisa mengikuti PTM.

Sebab vaksinasi menjadi syarat bagi siswa SMP yang ingin mengikuti PTM. Muhaimin mengungkapkan, sebelumnya beberapa orang tua awalnya tidak mengizinkan anak mereka untuk mengikuti PTM terbatas. Namun kini secara perlahan akhirnya berubah pikiran.

“Namun tetap sesuai arahan wali kota, Balikpapan juga masih berada di PPKM level 2, kami melaksanakannya juga masih 50 persen,” ujarnya. Sehingga belum ada perubahan dari panduan pelaksanaan PTM terbatas yang dikeluarkan Disdikbud. Muhaimin mengingatkan agar semua patuh pada protokol kesehatan.

Dengan begitu bisa mengantisipasi terjadi klaster sekolah dan anak-anak juga bisa semakin semangat sekolah. “Jika kita tanyakan pada anak-anak ini, mereka sedang bersemangat mengikuti PTM karena bisa bertemu dengan guru dan teman-temannya,” ucapnya.

Muhaimin bercerita, dampak dari pelaksanaan PTM membuat sejumlah pekerjaan esensial kembali mudah dilakukan di sekolah. Sebab sulit jika dilakukan secara daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ). Misalnya pelajaran IPA, Matematika, dan pendidikan karakter.

“Bisa dilakukan karena siswa bertemu langsung dengan guru dan berinteraksi dengan teman-temannya,” imbuhnya. Namun untuk ekstrakurikuler dan kegiatan olahraga tetap belum bisa terlaksana. Begitu pula kantin sekolah sementara masih harus tutup.

Sedangkan untuk PTM tingkat PAUD dan TK kapasitas maksimal 33 persen atau 5 peserta didik per kelas. Durasi jam pelajaran belum mengalami perubahan yaitu tiga jam untuk SMP, dua jam untuk SMP, dan satu jam untuk PAUD. “Namun dua pekan ke depan jika ada perubahan lagi akan dinaikkan perlahan,” pungkasnya. (gel)