BALIKPAPAN – Status PPKM Level 2 Kota Minyak kembali diperpanjang hingga 8 November. Kini Balikpapan terus berupaya untuk menekan penyebaran kasus, terutama hingga bisa mencapai PPKM Level 1. Saat ini untuk mencapai target tersebut, cakupan vaksinasi menjadi prioritas.

Kabid Keamanan dan Penegakan Hukum Satgas Covid-19 Balikpapan Zulkifli menuturkan, saat ini kasus terkonfirmasi positif sangat landai setidaknya kurang dari 10 orang per hari. Ini sudah bertahan selama sebulan terakhir. Sehingga Balikpapan mampu mempertahankan status level 2.

Namun untuk mencapai PPKM Level 1, syaratnya cakupan vaksinasi minimal 70 persen. “Sedangkan berdasarkan data, Balikpapan masih sekitar 65 persen. Jadi sekarang tugas utama mengejar cakupan vaksinasi agar bisa mencapai level 1,” ungkapnya.

Ada pun syarat daerah berstatus PPKM Level 1 memiliki cakupan vaksinasi secara umum minimal 70 persen. Sedangkan cakupan vaksinasi lansia sebesar 60 persen. “Karena kalau dari sisi jumlah kasus sudah sangat rendah. Jadi kita harus menjaga kondisi ini sambil mengejar vaksinasi,” ucapnya.

Sementara itu, Pemkot Balikpapan sudah melakukan percepatan vaksinasi sejak September. Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Andi Sri Juliarty mengatakan, percepatan vaksinasi dilakukan melalui berbagai sentra vaksinasi Balikpapan yang tersebar di berbagai wilayah.

Di antaranya Dome, Embarkasi Haji Batakan, dan Gedung Kesenian. Setiap hari selalu ada kegiatan vaksinasi bagi masyarakat. Pihaknya sudah memulai pemberian vaksinasi jenis Pfizer kepada masyarakat umum sejak Sabtu (16/10). Kali pertama pemberian vaksin Pfizer berlangsung di Embarkasi Haji.

Kemudian DKK Balikpapan menyiapkan 7.700 vaksin Pfizer pada Selasa (19/10). Rinciannya 2.500 dosis di Dome, 2500 dosis di Embarkasi Haji, dan 2.700 dosis melalui semua puskesmas. Kegiatan vaksinasi terus didorong, berbagai instansi seperti TNI Polri hingga Muhammadiyah turut serta melaksanakan vaksinasi.

Contohnya vaksinasi Muhammadiyah dosis 2 oleh DKK Balikpapan pada Rabu (20/10). Menariknya di sana, peserta vaksin yang menunggu antrean bisa sambil menonton film. “Selalu ada inovasi dari tim dinas kesehatan untuk mengajak masyarakat divaksin dengan nyaman,” tuturnya.

Selain melalui sentra vaksinasi, kegiatan vaksinasi masih terus berjalan rutin dari puskesmas. Terutama sasaran anak sekolah dan siswa. Pihaknya juga terus mengejar vaksinasi dosis kedua. 

Berdasarkan data cakupan vaksinasi dosis kedua sebesar 39,9 persen. Sedangkan untuk vaksinasi dosis pertama mencapai 65,4 persen. “Kami fokus dosis dua vaksin Sinovac. Total ada 14 ribu vaksin,” katanya.

Semua ini sudah ada jadwal vaksinasi, terutama memberikan dosis dua untuk pelajar yang sudah dilakukan percepatan dosis pertamanya bulan lalu. Dia menegaskan, stok vaksin jenis Sinovac aman dan tidak habis. Pihaknya memang lebih mengutamakan penggunaan Sinovac untuk dosis kedua. 

“Jadi bukan dihentikan atau tidak ada. Stoknya masih ada. Kami ingin ini berjalan lancar, jangan sampai dosis dua tertinggal lama,” jelasnya. Artinya vaksinasi dosis satu untuk masyarakat umum masih terus berjalan. Hanya menggunakan vaksin yang tersedia.

Salah satunya jenis Pfizer yang baru saja datang stok sebanyak 28.080 dosis. “Ini bisa digunakan untuk dosis satu. Vaksin datang per minggu,” imbuhnya. sejauh ini, stok vaksin di Kota Beriman masih mencukupi hingga satu bulan ke depan. Termasuk yang berada di puskesmas.

Mengingat setiap hari puskesmas sudah memiliki jadwal sasaran vaksinasi. Sehingga vaksinasi di Balikpapan tidak berhenti, tapi berjalan terus. “Kami tinggal manage saja ketika Sinovac berkurang,” ucapnya. Selain Pfizer, stok vaksin Moderna juga masih ada yang diperuntukkan bagi ibu hamil dan dosis ketiga tenaga kesehatan.

Perempuan yang akrab disapa Dio ini menjelaskan, booster untuk nakes di Balikpapan sudah berjalan sejak 17 Agustus. “Saya bersama Kabid Dokkes Polda Kaltim, Kakesdam dan direktur RS Dr Kanujoso Djatiwibowo menjadi yang pertama mendapat booster untuk memberi contoh dan menyemangati nakes lainnya, bebernya.

Dio bercerita hingga kini capaian vaksinasi booster nakes Balikpapan sudah mencapai 88,3 persen. “Targetnya booster nakes selesai 12 November bertepatan pada Hari Kesehatan Nasional. Namun memang sekarang masih sulit 100 persen karena ada nakes penyintas juga,” tandasnya. (gel)