Vincent Kompany dianggap sebagai legenda oleh Manchester City. Bersama David Silva, Vinnie –sapaan akrab Vincent Kompany– mendapat apresiasi dari City berupa pembangunan patung mereka di kompleks Stadion Etihad, kandang The Citizens.

Peresmiannya dilakukan awal musim ini (28/8). Seakan membalas budi, Vinnie punya andil dalam kemenangan 5-1 City atas tuan rumah Club Brugge di Jan Breydelstadion (20/10). Vinnie-lah yang memberikan sejumlah informasi tentang Club Brugge kepada tactician City Pep Guardiola.

Vinnie paham karena melatih RSC Anderlecht, rival utama Club Brugge, di Jupiler Pro League (kompetisi kasta teratas Belgia). Sejak musim lalu, mantan bek City selama 11 musim (2008–2019) itu menangani RSC Anderlecht.Sebelum melawan City, Club Brugge sukses menahan seri 1-1 tim bertabur bintang Paris Saint-Germain.

Blauw-Zwart lantas menang 2-1 di kandang RB Leipzig. Tim asuhan Philippe Clement itu pun belum terkalahkan dalam sembilan laga kandang sejak awal musim. Club Brugge sekaligus kampiun Jupiler Pro League dua musim terakhir.

”Vinnie (Kompany, Red) memberitahuku supaya berhati-hati di sepertiga wilayah Brugge. Sebab, mereka memiliki kuartet bek yang cepat. Terutama bek kiri (Eduard Sobol).

”Informasi itu menyempurnakan observasi yang aku lakukan selama agenda internasional,” jelas Pep seperti dilansir di laman resmi klub. Bocoran yang diberikan Vinnie juga berdasar pengalaman. Pria 35 tahun itu sudah merasakan ketangguhan Club Brugge ketika mereka ditahan 1-1 (3/10).

Padahal, laga tersebut dihelat di kandang RSC Anderlecht, Lotto Park. ”Kami tentu tidak akan meraih hasil bagus kalau tidak memahami kelebihan dan kekurangan lawan kami (Club Brugge),” kata bek kanan City Kyle Walker kepada Manchester Evening News.

Dalam laga kemarin, Walker mencetak gol ketiga City yang sekaligus menjadi gol pertamanya di Liga Champions setelah bermain dalam 39 laga. (jpc)