BALIKPAPAN - Pembelajaran tatap muka (PTM) di Balikpapan kembali berjalan setelah sempat ditiadakan lebih dari setahun. Saat ini, pelaksanaan PTM masih dalam pemantauan sembari melihat kondisi perkembangan kasus positif di Kota Minyak.

Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan Muhaimin mengatakan, berdasarkan pantauan PTM hari pertama terlihat semua sudah berjalan lancar. Sekolah mengikuti pedoman pelaksanaan terbatas yang dibuat oleh Disdikbud.

Dia menjelaskan, PTM berjalan kembali berdasarkan instruksi Kemendikbud bahwa PTM bisa dilakukan di daerah berstatus level 1 dan 2. Kemudian sebagai tindak lanjut instruksi pusat, wali kota mengeluarkan surat edaran telah mengizinkan proses PTM dengan kapasitas 50 persen. 

“Teknisnya diatur oleh dinas untuk disebarkan kepada satuan pendidikan, jadi pelaksanaan PTM mengikuti pedoman itu,” katanya. Misalnya sekolah dan siswa harus menaati protokol kesehatan. Ada enam daftar periksa terkait protokol kesehatan yang perlu dilakukan sekolah.

Di antaranya fasilitas tempat cuci tangan, toilet bersih, dan lainnya. Dia menjelaskan, setiap siswa hanya mengikuti dua kali pertemuan dalam satu minggu. Sebagai contoh, jika kelas 1 dan 2 SD masuk pada Senin – Selasa, kelas 3 dan 4 SD masuk Rabu – Kamis, dan seterusnya secara bergantian.

Sedangkan bagi SMP, siswa mengikuti PTM adalah mereka yang telah mendapat vaksinasi. “Kalau PAUD kapasitas hanya 30 persen,” ucapnya. Muhaimin menjelaskan, hal yang terpenting sebagai dasar pelaksanaan PTM adalah persetujuan orangtua.

Sebab jika orangtua tidak mengizinkan anak kembali masuk sekolah, maka siswa harus belajar secara daring. “Hasil dari survey banyak yang sudah setuju PTM, kalau yang tidak setuju tetap boleh melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ),” sebutnya.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menuturkan, meski tidak semua sekolah sudah menggelar PTM. Namun rata-rata sudah membuka kapasitas 50 persen. “Kita lihat dulu beberapa waktu ke depan. Sekarang ini uji coba kita lihat PTM di beberapa sekolah,” ucapnya.

Rahmad menambahkan, kedisiplinan sekolah dalam menjaga protokol kesehatan memiliki peranan penting untuk kelanjutan PTM. Bagaimana semua pihak saling menjaga agar tidak ada klaster baru di sekolah. Maka dari itu, sekolah diberi waktu untuk melakukan persiapan PTM.

Kepala SMP 1 Balikpapan Arintoko menyebutkan, pihaknya memiliki waktu persiapan sekitar 3 hari sebelum menggelar PTM pada Senin (11/10). Kala itu, menunggu kabar resmi bahwa Balikpapan sudah turun menjadi PPKM level 2 hingga keputusan kepala daerah untuk kembali membuka PTM.

Persiapan dilakukan sekolah terutama memenuhi daftar periksa sesuai pedoman Disdikbud. “Seperti pembersihan ruang kelas dan toilet karena sudah berapa lama tidak digunakan,” sebutnya. Arintoko menyebutkan, orangtua harus yakin anak dalam keadaan sehat saat mengikuti PTM.

Jika ada anggota keluarga yang terpapar Covid-19, orangtua wajib segera melapor ke sekolah. “Sekolah memberi dispensasi tidak PTM, tapi siswa ikut belajar daring saja,” imbuhnya. Apabila ditemukan siswa sakit di sekolah, penanganannya dibawa ke UKS. Selanjutnya petugas akan hubungi fasilitas kesehatan terdekat. (gel)