PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) mencatat progres pengerjaan mega proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina Balikpapan telah mencapai 42,17 persen hingga Oktober 2021.

 

BALIKPAPAN - Komisaris Utama PT KPB Suwahyanto menyampaikan, proyek RDMP Kilang Balikpapan dijadwalkan selesai pada 2024. Tujuannya meningkatkan produksi dari 260 kilo barrel per day (kbpd) menjadi 360 kbpd. Kilang ini juga memproduksi bahan bakar yang memenuhi standar Euro V, yakni ramah lingkungan, konsumsi lebih hemat dan BBM berkualitas.

Sementara fasilitas pendukung juga dibangun di Terminal Lawe Lawe, berupa dua tangki penyimpanan minyak mentah berkapasitas masing-masing 1 juta barel. “Pembangunan RDMP Kilang Balikpapan dan Lawe Lawe sempat terkendala pandemi Covid-19. Namun, sampai 7 Oktober 2021 Proyek EPC ISBL OSBL RDMP Balikpapan telah mencapai overall progress 42,17 persen,” ujarnya, Sabtu (16/10).

Corporate Secretary Subholding Refining & Petrochemical Pertamina Ifki Sukarya menambahkan, terminal Lawe-Lawe berperan sebagai area penerimaan, penyimpanan dan penyaluran minyak mentah ke kilang Pertamina di Balikpapan.

“Dalam proyek RDMP Balikpapan ini kami membangun SPM (single point mooring, Red) berkapasitas 320 deadweight tonnage yang berfungsi menerima pasokan minyak mentah dari kapal tanker. Minyak mentah dari SPM akan disimpan di Terminal Lawe-Lawe dan disalurkan ke kilang Pertamina di Balikpapan,” jelas Ifki.

Untuk menunjang proses tersebut, PT KPI Unit Balikpapan atau PT KPB on track menggarap pembangunan fasilitas pipa darat dan lepas pantai dari SPM ke Terminal Lawe-Lawe dan dari Terminal Lawe-Lawe ke kilang Pertamina Balikpapan.

“Progresnya baik, termasuk untuk jalur pipa 20’ onshore dari Penajam Station menuju Kilang Balikpapan yang ditargetkan bisa masuk ke proses penggelaran pipa bulan Oktober 2021,” ungkap Ifki.

Jalur pipa offshore dan onshore sebesar 52’ dan 20’ dan sepanjang kurang lebih 41 km akan menghubungkan titik-titik penting mulai dari SPM, Pantai Tanjung Jumlai, Terminal Lawe-Lawe, Penajam Station dan Kilang Balikpapan.

Menurut Ifki, semua pipa yang digunakan dalam proyek Lawe Lawe ini sudah buatan dalam negeri baik yang onshore maupun offshore, dan untuk capaian TKDN ditargetkan minimal di angka 30 persen.

Gerak cepat PT KPB juga ditunjang dengan pembangunan dua buah tangki penyimpanan minyak mentah dengan total kapasitas 2 juta barel. Tangki ini menambah kapasitas tangki yang ada saat ini sebesar 5,6 juta barel sehingga jumlah total kapasitas menjadi sebesar 7,6 juta barel.

“Tangki-tangki raksasa berkapasitas 2 juta barel ini dirancang cermat dengan perbaikan tanah yang menggunakan metode stone column serta dynamic compaction untuk meningkatkan kestabilan lahan,” jelasnya.

Paralel dengan capaian-capaian tersebut, PT KPI Unit Balikpapan tengah melakukan pembangunan fire water tank dan fasilitas pendukung lain seperti steam and power generation, raw water cooling system, dan fire protection system.

Pandemi Covid-19 memberikan tantangan tersendiri bagi PT KPI untuk tetap adaptif melanjutkan proyek RDMP Balikpapan secara on time, on budget, on specification, on return, on regulation (OTOBOSOROR).

Sementara itu, Direktur Penunjang Bisnis PT Pertamina (Persero), Dedi Sunardi mengatakan, proyek RDMP Balikpapan dan Lawe Lawe akan berkontribusi besar terhadap penyediaan energi nasional. “Proyek ini dikerjakan oleh PT KPB dengan joint operation telah sesuai dengan target yang ditetapkan. Saya menyaksikan sendiri semua berjalan sesuai proyeksi. Di tengah berbagai tantangan, saya percaya dengan kerja keras teman-teman semua, ini bisa diselesaikan dengan baik,” jelasnya. (aji/ndu/k15)