BALIKPAPAN - Pelaksanaan vaksinasi di Bumi Etam yang semakin masif diharapkan bisa mempercepat kinerja pertumbuhan ekonomi di Kaltim. Sebab, kepercayaan masyarakat untuk beraktivitas semakin baik. Tentu dengan tetap menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim Slamet Brotosiswoyo mengatakan, pihaknya bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim telah beberapa kali melakukan vaksinasi. Terakhir, pekan lalu digelar di Balikpapan. “Kami (Apindo Kaltim) mendapat kuota vaksin dari OJK Kaltim, sehingga dapat meringankan beban pengusaha,” ucapnya, Minggu (17/10).

Pada tahap pertama, pihaknya menyediakan 2.500 vaksin. Kemudian di tahap berikutnya ada 10 ribu vaksin. “Kami buka tidak semuanya, bertahap satu hari kegiatan target 500-1000 vaksin. Adanya perluasan vaksinasi Covid-19 ini secara langsung dapat menumbuhkan perekonomian yang terdampak selama pandemi Covid-19," ujarnya.

Salah satu kebijakan yang dapat menumbuhkan perekonomian adalah dengan menerapkan aplikasi PeduliLindungi dan syarat vaksin bagi masyarakat yang hendak bepergian ataupun beraktivitas.

"Dengan menerapkan aplikasi dan adanya kebijakan wajib vaksin ini secara tidak langsung memotivasi masyarakat untuk ikut vaksin dan terjadi perluasan vaksinasi, jadi setidaknya usaha-usaha bisa buka setelah masyarakat mulai divaksin," tutur Slamet.

Menurutnya, geliat perekonomian juga terjadi akibat tumbuhnya kepercayaan diri pelaku usaha untuk kembali beraktivitas setelah mendapatkan vaksinasi. "Pelaku usaha seperti UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) setelah mendapatkan vaksinasi tentu menjadi lebih percaya diri untuk kembali bangkit membangun usahanya. Dan ini jadi salah satu indikator ekonomi kembali hidup," ujarnya.

Jaminan kesehatan dan kenyamanan masyarakat dalam melaksanakan transaksi jual-beli menjadi salah satu prioritas bagi pelaku usaha. "Kenyamanan dan kesehatan menjadi prioritas ya bagi pelaku usaha, sehingga salah satu cara menyiasati pandemi Covid-19 ini dengan menggunakan digitalisasi dalam setiap transaksi," katanya.

Ia melanjutkan melalui ekosistem digital salah satunya digitalisasi UMKM pelaku usaha dapat memasarkan produk secara luas tanpa harus bertatap muka, guna menggerakkan ekonomi. "Digitalisasi ini kewajiban, sebab saat ini segalanya dibatasi kalau tidak melalui sistem ini maka perekonomian tidak akan berjalan lancar," tutupnya. (aji/ndu/k15)