TANJUNG REDEB – Penyegelan SMP 1 Bidukbiduk, sampai ke telinga Ketua Komisi I DPRD Berau Fery Kombong. Ia menegaskan, permasalahan ini harus segera diselesaikan, mengingat pembelajaran tatap muka yang seharusnya dilakukan pada 11 Oktober lalu, terpaksa ditunda akibat penyegelan tersebut.

Fery menuturkan, Pemkab Berau saat ini harus mampu mengajak ahli waris untuk mediasi menyelesaikan masalah yang telah berlarut ini. Menurutnya, jika melalui jalur mediasi tidak berhasil, pemkab harus bisa mencari jalur lain untuk menemukan solusi secepatnya.

“Persoalan ini memang agak rumit, tetapi pemkab dan pihak ahli waris harus duduk bersama untuk menyelesaikannya,” jelasnya, Minggu (17/10). Ia melanjutkan, permasalahan ini bukanlah hal baru, tetapi sudah bertahun-tahun dan tidak kunjung dapat diselesaikan. Menurut dia, upaya penyelesaian dengan ahli waris sudah pernah dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya.

Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil, dan sekarang kembali bermasalah. “Ya memang disayangkan, kenapa hal itu belum selesai sampai sekarang hingga berujung penyegelan,” ucapnya. Politikus Partai Gerindra ini mengatakan, penyegelan sekolah bukanlah suatu masalah yang bisa dianggap sepele. Sebab, hal ini sangat berpengaruh pada proses belajar-mengajar para siswa, terlebih sudah sangat lama siswa menginginkan pembelajaran tatap muka digelar.

Mengingat Kecamatan Bidukbiduk saat ini sudah berada pada zona hijau, sudah seharusnya PTM terbatas dapat dilakukan. “Kalau nanti masih tidak selesai, tentu harus ada kepastian hukum, sehingga persoalan ini tidak berlarut-larut. Pada intinya, ini harus segera diselesaikan,” tuturnya.

Namun, diakuinya, pihaknya belum ingin mencampuri terlalu jauh terkait polemik antara pihak ahli waris dan Pemkab Berau. Pasalnya, belum ada laporan masuk ke DPRD Berau, khususnya ke Komisi 1 DPRD.

“Sampai sekarang, kami belum mendapatkan laporan soal itu. Kalau ada, kami akan lakukan penelusuran, agar masalah ini dapat segera diselesaikan,” pungkasnya. (hmd/kpg/kri/k16)