SAMARINDA–Gubernur Kaltim Isran Noor menyebut feasibility study (FS) atau studi kelayakan Tol Samarinda-Bontang bakal kelar. Dengan begitu, upaya pemerintah menyiapkan infrastruktur menyambut ibu kota negara (IKN) baru juga bakal terus digenjot. Jika lancar, bukan tidak mungkin jalan bebas hambatan itu akan mulai dibangun tahun depan.

Isran menjelaskan, tahapan setelah studi kelayakan itu adalah mendapat investor yang siap menanamkan modalnya dalam pembangunan Tol Samarinda-Bontang. “Sedang dalam persiapan penyelesaian FS-nya. Ketika FS selesai, pemerintah akan menunjuk mana investor yang akan melakukan pembangunan. Pembangunan jalan tol ini biasanya BUMN atau swasta. Tetapi, kemungkinan Tiongkok. Karena mereka mau investasi,” kata Isran.

Ketika semua berjalan lancar, groundbreaking akan bisa dilakukan secepatnya. Dengan kondisi yang ada saat ini, bukan tidak mungkin pembangunan fisik dimulai dalam waktu dekat. “Yang jelas secepatnya,” imbuh dia.

Sebelumnya, Asisten II Sekprov Kaltim Abu Helmi menuturkan, Tol Samarinda Bontang pada September lalu menyebut detail engineering design (DED) juga sudah ada, tinggal proses revisi. Saat ini sedang tahap penyiapan untuk kajian lingkungan. Pemerintah provinsi mengharapkan secepatnya, karena tol itu masuk proyek strategis nasional (PSN), yang tentu sangat bergantung dari kebijakan dari pemerintah pusat.

“Kalau masuk ke sana maka ada kewajiban pemerintah pusat untuk membiayai. Sementara Pemprov Kaltim dalam posisi mendukung sesuai aturan,” tegasnya.

Untuk diketahui, dari Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020, ada sembilan proyek strategis nasional (PSN) di Kaltim. Antara lain fasilitas coal to methanol Kutai Timur, pengembangan lima lapangan gas, dan pembangunan irigasi Rawa Telake.

Selain itu, pembangunan Bendungan Sepaku-Semoi, Bendungan Marang Kayu, dan Pelabuhan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan di Kutai Timur. Juga ada pembangunan Jalan Tol Samarinda-Bontang, Tol Balikpapan-Samarinda, dan pembangunan kilang minyak di Bontang.

Kaltim sebenarnya sudah menyiapkan konektivitas antar-wilayah di daerahnya. Dalam rencana yang disusun, kereta api akan menyambungkan jalur transportasi dari Kubar, Paser, Penajam Paser Utara (PPU), dan Balikpapan. Lalu, koneksi Jalan Tol Balikpapan ke Samarinda, kemudian berlanjut ke Bontang, hingga KEK Maloy di Kutim. Semua itu akan dikoneksikan dengan jalan tol.

Dalam rencana desain awal yang dibuat Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat Kaltim, tol itu akan terintegrasi dengan Tol Balikpapan Samarinda (Balsam).

Di Seksi 4 Tol Balsam akan dibangun jembatan di atas Sungai Buaya yang menghubungkan Tol Balsam dengan Tol Samarinda–Bontang. Tol itu juga akan dibuat mengarah Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda. Secara keseluruhan, anggaran pembangunan tol itu diperkirakan Rp 11 triliun. Termasuk Rp 1 triliun untuk pembangunan jembatan di atas Pulau Buaya. Dalam desain, tol akan dibuat tak jauh dari sepanjang pesisir.

Pemerintah pusat melihat lagi basic desain yang dimiliki Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat Kaltim. Memang, dalam desain itu ada kendala seperti terdapat kawasan hutan lindung. (nyc/rom/k8)