SAMARINDA - Dalam rangka mendorong masyarakat untuk lebih kritis dan bijak dalam menerima informasi dari media, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Kalimantan Timur resmi melaksanakan grand launching rangkaian kegiatan Literasi Media tahun 2021.
Peluncuran rangkaian kegiatan dari program unggulan KPID Kaltim tersebut berkolaborasi dengan Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Mulawarman.

Kegiatan perdana dari 7 rangkaian kegiatan Literasi Media kali ini mengangkat tema yaitu “Perempuan dan Media”. Digagas apik, dan dikemas menarik, kegiatan ini menghadirkan narasumber kompeten antara lain Eko Novi Ariyanti Rahayu Darmayanti, (Asisten Deputi Peningkatan Partisipasi Lembaga Profesi dan Dunia Usaha Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) Sebagai Keynote Speach. Nuning Rodiyah, M.Pd (Komisioner KPI Pusat), H. Muhammad Faisal, M.Si (Kepala Diskominfo Kaltim), Hj. Noryani Sorayalita, SE., MMT (Kepala DKP3A Kaltim), dan Dr. Diah Rahayu, S.Psi., M.Si (Tim Peneliti FISIP UNMUL).

"Acara kolaborasi ini diselenggarakan dengan bentuk Webinar secara hybrid atau mengombinasikan kehadiran secara tatap muka (luring) yang terbatas dengan menerapkan protocol pencegahan penyebaran virus Covid-19, dan secara daring menggunakan aplikasi meeting conference yakni zoom," kata Akbar Ciptanto, ketua KPID Kaltim.

Memberikan sambutan, apresiasi, sekaligus membuka acara, Dekan FISIP UNMUL, Dr. H. Muhammad Noor. M.Si hadir membersamai sekaligus menandatangani MoU Kerjasama dengan KPID Provinsi Kaltim. Kegiatan ini diikuti kurang lebih 40 peserta luring dan 180 peserta secara daring.

Diangkatnya tema “Perempuan dan Media” pada kick off perhelatan rangkaian kegiatan Literasi Media salah satunya didasari oleh urgensi untuk menggiatkan Gerakan Literasi di Media khususnya untuk para Perempuan. Perempuan masih kerap menjadi objek eksploitasi dalam konten siaran, dan menjadi korban dalam terpaan arus informasi yang memiliki potensi hoax didalamnya. Hal ini disampaikan oleh Ketua Panitia Kegiatan sekaligus Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Mulawarman, Dr. Rina Juwita, S.I.P., MHRIR.

“Literasi Media sangat dibutuhkan oleh seluruh kalangan masyarakat, seperti halnya perempuan. Pentingnya memilah-milih informasi yang masuk dan diteruskan itu saat ini menjadi kemampuan yang harus dimiliki perempuan. Pada media, perempuan kerap menjadi objek dan tak jarang hal-hal yang disorot itu dapat merugikan, namun perempuan tidak menyadari hal itu, malah menjadi penikmat. Menjadikan perempuan lebih berdaya, baik dalam penggunaan media konvensional maupun media baru. Sehingga, kita ingin agar Gerakan Literasi Media terus digalakkan dan penyiaran yang sehat oleh media, Lembaga Penyiaran juga harus terus didorong.” tegas Rina.

Penyiaran yang baik, sehat, dan berkualitas merupakan harapan bagi kita semua, terutama masyarakat Kalimantan Timur. Oleh karena itu, edukasi terus dilakukan, salah satunya melalui kegiatan Literasi Media. Komisioner Bidang Kelembagaan KPID Provinsi Kaltim, Andi Muhammad Abdi, M.I.Kom menjelaskan, sudah menjadi tugas dan kewajiban KPID Provinsi Kaltim untuk meliterasi hingga melindungi hak masyarakat untuk memperoleh siaran yang layak dan berkualitas.

“Secara moril maupun profesionalitas, KPID Provinsi Kaltim terus berupaya mengedukasi masyarakat agar memiliki pengetahuan dan kemampuan yang memadai untuk menyeleksi informasi yang ditayangkan oleh media penyiaran baik TV maupun Radio. Kita berharap Literasi Media dapat menjadi guidance atau pedoman bagi masyarakat dalam memfilter konten yang bermasalah dan kontraproduktif dengan nilai ideal penyelenggaraan penyiaran. Melalui Literasi Media, KPID berharap pada ujungnya masyarakat semakin cerdas, kritis, partisipatif dan memiliki kendali penuh terhadap dunia penyiaran ” terang Abdi.

Rangkaian kegiatan Literasi Media oleh KPID Provinsi Kaltim masih terus berjalan selama bulan Oktober hingga November mendatang, dengan berbagai tema yang variatif dan dekat dengan masyarakat, serta menghadirkan para narasumber yang handal dibidangnya. (pro)