Baru empat hari lalu (11/10) Lucas Hernandez dengan bangga memamerkan medali sekaligus trofi juara UEFA Nations League 2020–2021.

Dia meraihnya setelah membantu Prancis mengalahkan Spanyol 2-1 di Stadio San Siro, Milan.

Capaian Lucas makin lengkap karena bek tengah asal Bayern Muenchen itu meraihnya bersama sang adik, Theo Hernandez.

Tetapi, kesuksesan Lucas untuk urusan lapangan hijau tidak berbanding lurus dengan di luar lapangan. Khususnya dalam urusan asmara.

Bahkan, pemain berusia 25 tahun itu tersandung masalah hukum. Lucas dinyatakan bersalah melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap pasangannya, Amelia Ossa Llorente.

Insiden itu terjadi pada 3 Februari 2017. Kala itu, Amelia sampai dilarikan di rumah sakit karena mengalami luka setelah bertengkar dengan Lucas.

Meski Amelia tidak melapor, pihak kepolisian kemudian menangkap Lucas yang kala itu masih membela Atletico Madrid.

Lucas dihukum harus menjalani kerja sosial selama 31 hari serta harus menjaga jarak minimal 500 meter dari Amelia.

Nah, bukannya mematuhi hukuman, mereka berdua malah berlibur ke Amerika Serikat beberapa bulan berselang. Ulah tersebut membuat mereka ditahan sekembalinya ke Madrid pada Juni 2017.

Pada Desember 2019, pengadilan pidana Madrid memberikan vonis penjara enam bulan kepada Lucas. Hanya, status Lucas yang telah bergabung dengan Bayern membuat dia urung menjalani hukuman. Meski demikian, proses hukum kepadanya tetap berjalan.

Setelah hampir dua tahun, pengadilan pidana Madrid meminta Lucas secara paksa kembali ke Spanyol untuk menjalani hukuman.

”Lucas dijadwalkan menghadiri persidangan pada Selasa pekan depan (19/10). Setelah itu, dia diharuskan menjalani hukuman penjara sepuluh hari di penjara mana pun di Spanyol, secara sukarela,” begitu bunyi pernyataan resmi pengadilan di Madrid seperti dilansir Eurosport.

Lucas memang telah mengajukan banding. Masalahnya, seiring tidak bersikap kooperatif dengan beberapa kali melanggar perintah penahanan, bandingnya ditolak oleh pengadilan pidana Madrid.

Apa yang dialami Lucas tak pelak membuat Theo bersedih. Penampilan pertama mereka sebagai rekan satu tim di level senior ternyata langsung diikuti dengan cobaan. ”Sepertinya baru saja ibu, kakek-nenek, dan semua anggota keluarga kami sangat bangga dan bahagia. Kini, ceritanya telah berganti (dengan kesedihan, Red),” beber Theo yang membela AC Milan tersebut kepada Marca.