SAMARINDA - Pandemi Covid-19 di Kaltim berangsur mulai menurun. Ini terlihat zona merah penularan virus tersebut kini hanya tinggal 3 wilayah yaitu Bontang, Balikpapan dan Berau. 

Rilis dari Satgas Covid-19 Kaltim per tanggal 13 Oktober 2021, kasus aktif Covid-19 dirawat di Kaltim sebanyak 535 kasus. Tertinggi dari jumlah kasus tersebut ditempati Balikpapan sebanyak 143 kasus dan Bontang 113 kasus. Lalu disusul 71 kasus. 

Adapun, hari ini ada penambahan pasien terkonfirmasi positif sebanyak 25 kasus. Yaitu dari Berau 2 kasus, Kutai Barat 4 kasus, Kutai Kartanegara 5 kasus, Kutai Timur 6 kasus, Balikpapan 4 kasus. Sedangkan, Paser, Penajam Paser Utara, Bontang dan Samarinda masing-masing 1 kasus. 

Dan, penambahan pasien sembuh Covid-19 sebanyak 82 kasus dan pasien meninggal sebanyak 5 kasus. 

Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi mengatakan ditengah pandemi Covid-19 saat ini, siapa pun tidak boleh menyerah dengan keadaan, tetapi harus terus bekerja, berkarya dan selalu melaksanakan protokol kesehatan, sehingga terhindar dari penularannya.

“Kita patut mensyukuri, karena kasus positif Covid-19 di Kaltim terus menurun, dan tertinggi terakhir pada 8 September lalu mencapai 358 kasus, setelah itu turun menjadi 200, dan sudah lebih setengah bulan ini, kasusnya dibawah 100. Dan Alhamdulillah seluruh wilayah Kaltim sudah dinyatakan PPKM level 2 bahkan ada level 1,” kata Hadi Mulyadi dikutip dari rilis Humas Pemprov Kaltim. 

Hadi menyampaikan hal ini saat peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) tahun 2021 oleh RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda, secara luring dan daring, di Hotel Mercure Samarinda, Rabu (13/10/2021).

Penurunan kasus Covid-19 di Kaltim, lanjut mantan legislator Karang Paci dan Senayan, wajib disyukuri dalam menekan angka penularannya, tentu berkat kerja keras semua pihak, khususnya kerja tulus dan ikhlas tenaga kesehatan, dokter serta pihak rumah sakit di Kaltim.

“Alhamdulillah, berkat kerja keras dari pihak rumah sakit dalam penanganan pasien Covid-19, akhirnya mereka berhasil disembuhkan, sehingga pasien di rawat semakin berkurang,” tandasnya.

Seperti RSUD AWS Samarinda tinggal 11 pasien, RSUD Kanujoso Balikpapan sisa 6 pasien dan RSJD Atma Husada Mahakam sudah nol. Dan keberhasilan ini tentu berkat kerja keras para tenaga kesehatan (dokter dan perawat) dalam penanganan pasien Covid.

Karenanya, Hadi Mulyadi dalam berbagai kesempatan selalu mengimbau dan mengingatkan masyatakat, agar penurunan kasus Covid-19 patut disyukuri, namun tetap waspada, tidak lalai dan  tidak kendor menerapkan protokol kesehatan dalam berbagai aktivitas.

“Kami mengajak masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan," pesan Hadi. (Myn)