ROTTERDAM - Memphis Depay digadang-gadang tampil moncer ketika bergabung bersama FC Barcelona musim ini. Tiga gol di pramusim serta tiga gol di semua ajang bersama FCB menunjukkan perekrutan Depay sebetulnya tak buruk.

Sayang performa mantan striker Manchester United dan Olympique Lyon itu tidak banyak menolong FCB yang saat ini sedang krisis. Di kompetisi La Liga, FCB menduduki posisi sembilan. Di level Liga Champions, Blaugrana (julukan FCB) malah jadi juru kunci grup E.

Dan bermain untuk timnas Belanda menjadi kanalisasi kesumpekan Depay bersama FCB. Jeda internasional bak pelipur laga baginya ketika musim bersama FCB tidak berjalan sesuai rencana. Kemarin dini hari (12/10), Depay mencetak dua gol ketika Belanda mengalahkan Gibraltar 6-0 pada laga yang dihelat di De Kuip, Rotterdam.

Ya, penampilan Depay bersama Oranje selalu moncer. Bahkan, tidak luntur sejak dia berkostum FCB. Dari tujuh laga terakhir bersama Belanda sejak berstatus penggawa FCB, dia mencetak delapan gol dan lima assist.

Tambahan dua golnya kemarin membuat koleksi Depay tahun ini jadi 14 gol. Dan itu melampaui rekor Patrick Kluivert yang sudah bertahan 20 tahun ketika mencetak 12 gol dalam satu kalender tahun di tahun 2000.

"Ketika aku melihat statistik Depay, aku tidak pernah memiliki striker sepertinya. Dia rajin turun (ke lini tengah, Red) untuk menjemput bola. Dia juga nyaris selalu berlari. Itu menginspirasi," papar pelatih Belanda Louis van Gaal seperti dilansir De Telegraaf.

LvG--julukan Van Gaal--memang yang membuat Depay tetap nyaman meski mendapat tekanan bersama FCB. Dari lima laga Van Gaal melatih Belanda, Depay mencetak tujuh gol dan empat assist. Hebatnya, Belanda tidak pernah kalah. Empat menang dan sekali seri.

Mantan pelatih FCB dan Manchester United itu juga menyemprot FCB terkait kondisi saat ini. Menurut dia, tipikal FCB selalu menyalahkan pemain atau pelatih non Spanyol ketika sedang dalam masalah.

Ucapan Van Gaal itu merujuk kepada kepada kuartet Belanda di FCB. Selain Depay, ada gelandang Frenkie de Jong, striker Luuk de Jong, dan entrenador Ronald Koeman yang disorot. Namun Koeman jadi yang paling dihujat dan nyaris dipecat meski presiden FCB Joan Laporta masih mempertahankannya.

Meski begitu, Depay tidak menyesali keputusannya memilih FCB. Jebolan akademi PSV Eindhoven itu menyadari bahwa masa transisi FCB tanpa Lionel Messi, yang minimal selalu mencetak 30 gol sejak musim 2008--2009, akan sangat berat.

"Bagi FCB, ini (tanpa Messi, Red) adalah situasi baru. Aku juga sadar bahwa kami semua dalam fase sulit. Tetapi, aku tidak pernah kehilangan keyakinan bahwa kami masih bisa membalikkan keadaan. Semua orang di luar sana panik seolah musim ini sudah berakhir," ujar Depay kepada beIN Sports. (io/dra)