BERBEDA dengan kiper yang paten milik Manuel Neuer maupun Joshua Kimmich dan Leon Goretzka sebagai double pivot, posisi bek kiri timnas Jerman tidak pernah abadi. Bek kiri Atalanta BC Robin Gosens yang tampil moncer di Euro 2020 ternyata mulai terpinggirkan di era Hans-Dieter ”Hansi” Flick.

Gosens hanya sekali dimainkan oleh Hansi dalam laga melawan Liechtenstein (3/9). Hansi malah sampai menjadikan Thilo Kehrer, bek tengah asal Paris Saint-Germain, sebagai fullback kiri.

Dalam laga kontra Makedonia Utara (12/10), Hansi menjajal fullback kiri baru lagi. Dia adalah David Raum asal TSG 1899 Hoffenheim. Laga kemarin adalah debut starter Raum setelah hanya jadi pengganti dalam caps pertamanya kontra Armenia bulan lalu (6/9).

”Senang akhirnya bisa menjalani debut penuh bersama timnas,’’ tulis Raum dalam salah satu unggahan foto di Instagram-nya kemarin. Unggahan bek 23 tahun itu pun dibalas Gosens dengan emoji api.

Hansi tidak asal comot Raum. Musim panas lalu, Raum ikut mengantarkan Jerman U-21 memenangi Euro U-21. Sepanjang ajang, Raum tak tergantikan posisinya dan mampu menyumbangkan dua assist. Raum lalu melanjutkan tugas dengan membela Jerman U-23 dalam Olimpiade Tokyo.

”Dalam diri David Raum, saya menemukan seorang pemain yang memiliki kemampuan dalam build-up serangan,” ungkap Hansi dalam wawancara dengan RTL.

Bukankah Gosens juga bagus dalam aspek tersebut? Bedanya adalah dalam intersep dan umpan silang. Dalam aspek yang perlu dimiliki fullback tersebut, Raum lebih komplet. Dia jadi pemain yang terbanyak melakukan intersep saat melawan Makedonia Utara (3 kali). Raum pun paling sering melakukan umpan silang (10 kali). ’’Saya ingin lebih sering melihatnya bersama kami,” tandas Hansi. (ren/dns)