BALIKPAPAN-Suhu udara panas masih melanda Balikpapan dalam beberapa hari terakhir. Meski menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Kaltim termasuk Balikpapan sudah memasuki masa musim penghujan hingga akhir tahun ini.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I SAMS Sepinggan Balikpapan Erika Mardiyanti menerangkan awal Oktober ini, sebagian wilayah Kaltim sudah memasuki musim hujan. Namun beberapa hari terakhir, masyarakat dari sejumlah wilayah di Balikpapan mengaku cuaca sangat panas.

Hal itu pun dikaitkan dengan aktivitas Tropikal Siklon Tropis Kompasu di utara Filipina yang berdampak terhadap cuaca di wilayah Kaltim. “Suhu panas akhir-akhir ini di wilayah Kaltim khususnya di Balikpapan disebabkan oleh faktor klimatologis,” katanya kepada Kaltim Post, Selasa (12/10).

Sebagai informasi, Siklon Tropis Kompasu terbentuk di sekitar wilayah Samudra Pasifik Barat sebelah timur Filipina. Tepatnya di 13.8 LU, 131.5 BT dengan kecepatan angin maksimum di sekitar sistemnya mencapai 35 knots (65 km per jam) dan tekanan udara di pusatnya mencapai 998 hPa (hectopascal atau satuan tekanan udara). 

Di mana, secara klimatologis, Oktober dan November adalah periode transisi pergerakan semu matahari dari ekuator ke belahan bumi selatan (BBS). Yang akan mencapai puncaknya pada 22 Desember.

Kemudian bergerak lagi dari ekuator terus ke belahan bumi utara (BBU) yang puncaknya pada 21 Juni. Dan secara umum, November hingga Juni adalah periode musim hujan di Balikpapan.

Karena fenomena periode transisi semu matahari. Wilayah Kaltim mengalami radiasi matahari yang optimal dari bulan lainnya. “Sehingga, kita akan merasa suhu udara lebih panas. Hal ini menyebabkan suhu udara pada musim hujan ini terasa terik atau panas pada siang hari. Namun, pada sore hari atau malam hari terjadi mendung dan segera turun hujan,” jelas perempuan berkerudung itu.

Kepala Seksi (Kasi) Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I SAMS Sepinggan Balikpapan Mulyono Leo Nardo menambahkan kondisi suhu panas ini, terjadi hanya pada periode transisi pergerakan semu matahari. Dari ekuator ke belahan bumi selatan (BBS) yang terjadi selama Oktober. “Kondisi ini hampir terjadi di seluruh Indonesia, dan Kaltim secara umumnya,” imbuh pria berkacamata itu.

Menurut data BMKG Balikpapan, suhu panas maksimum yang tercatat di Balikpapan pada awal Oktober ini adalah 31,6 derajat celcius. Suhu panas itu terjadi pada 6 Oktober lalu. Dan secara klimatologis, Balikpapan memiliki suhu normal 22,8 derajat celcius hingga 31,7 derajat celcius. “Jadi masih kondisi normalnya. Karena fenomena tersebut akan berulang setiap tahunnya,” tandas Mulyono. (kip/rom/k15)