UMKM tak boleh dianggap remeh, karena menyangkut puluhan juta lapangan kerja. Diharapkan segera masuk e-commerce.

 

SAMARINDA–Kalimantan Timur dipilih menjadi tuan rumah Grand Launching Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) Go Borneo 2021.Tak tanggung-tanggung, peluncuran program itu dihadiri Menko Maritim dan Investasi (Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan; Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar; Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah; dan Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga.

Acara yang juga dihadiri Gubernur Kaltim Isran Noor, Wakil Gubernur Hadi Mulyadi, dan Direktur Penunjang Bisnis Pertamina Dedi Sunardi itu digelar di Samarinda Convention Hall, Selasa (12/10).  

Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi dan mengucapkan selamat atas peluncuran Gernas BBI Kaltim "Go Borneo" yang diinisiasi Kementerian Desa PDTT dan PT Pertamina (Persero) serta didukung penuh Pemprov Kaltim. "Selamat, semoga berjalan lancar dan selamat berbelanja," ucap Luhut. 

Menurut Luhut, dengan peluncuran ini akan semakin banyak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kaltim yang akan masuk platform digital. Sehingga produknya bisa dipasarkan secara online dan lebih luas.

"UMKM ini jangan dianggap remeh, karena menyangkut puluhan juta lapangan kerja. Saya berharap kita semua bisa mendorong UMKM di daerah untuk bisa masuk e-commerce, sehingga mendorong kebangkitan ekonomi kerakyatan. Makanya Bapak Presiden sangat konsen terhadap hal ini. Ayo kita kerja bahu-membahu, kerja bersama, dan kerja tim untuk membangkitkan ekonomi melalui penguatan UMKM," pesan purnawirawan jenderal bintang empat itu.  

Dijelaskan, sejak diluncurkan pada Mei 2020, melalui Gernas BBI sekitar 16 juta UMKM dengan berbagai produknya sudah boarding ke platform digital. Untuk itu, Luhut juga mendorong para pelaku UMKM di Kaltim serta BUMDesa agar segera masuk ranah digital. 

"Kaltim merupakan daerah yang terus berkembang, dan banyak produk atau komoditas bisa dipasarkan secara global. Salah satunya lidi sawit. Semoga dengan peluncuran Go Borneo ini bisa mendukung pencapaian target di 2024, yaitu sebanyak 30 juta UMKM yang masuk ke platform digital," jelasnya. 

Isran Noor menyampaikan terima kasih kepada para menteri serta pihak lainnya atas perhatian dan partisipasi membangun dan mendukung kerja sama untuk dapat memanfaatkan produk-produk buatan Indonesia. 

"Kedatangan para menteri ke Kaltim juga sebagai sebuah wujud dukungan semangat Kaltim sebagai calon ibu kota baru Indonesia," ucap Isran Noor seraya menegaskan Gernas BBI Kaltim 2021 tetap dilaksanakan sesuai protokol kesehatan, dengan kehadiran secara luring yang dibatasi. 

Hadir secara virtual Menteri Koperasi Teten Masduki dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, serta pelaku UMKM dan BUMDesa se-Kaltim. Hadir secara luring, FKPD Kaltim, bupati/wali kota se-Kaltim, serta pejabat Eselon I dan II Kementerian terkait. (pro)